Unduh Aplikasi

Embung tak Rampung, Dinas Pengairan Diminta Bertanggung Jawab

Embung tak Rampung, Dinas Pengairan Diminta Bertanggung Jawab
Warga memperlihatkan embung yang tak rampung dikerjakan di Kecamatan Paya Bakong, Senin (29/10), Foto: Ist

ACEH UTARA - Masyarakat di Kecamatan Paya Bakong meminta rekanan dan Dinas Pengairan Propinsi Aceh bertanggung jawab menyelesaikan pengerjaan proyek Embung (penampung air) di Gampong Seunubok, Kabupaten Aceh Utara. Proyek yang bersumber dari APBA tahun 2014 senilai Rp 7 miliar tersebut, diduga fiktif karena tidak rampung dikerjakan rekanan dan diterlantarkan.

“Masyarakat Kecamatan Paya Bakong meminta pihak rekanan dan Dinas Pengairan Propinsi Aceh bertanggung jawab atas terbengkalainya proyek Embung ini,” kata Umar warga Seuneubok, Kecamatan Paya Bakong, Aceh Utara, Senin (29/10).

Umar mengaku melihat sejumlah kejanggalan pada proses pembangunan embung yang terkesan mendadak dan lokasinya yang berada dikawasan lembah yang dikelilingi bukit tanpa ada celah yang bisa dialiri air bagi areal pertanian. Dia menduga keberadaan proyek hanya upaya segelintir oknum untuk mencari keuntungan pribadi dari pembangunan embung tersebut.

“Bangunannya sama sekali tidak rampung. Rekanan hanya membangun dua bangunan beton saja untuk pintu saluran air tanpa ada mamfaat bagi masyarakat khususnya para petani sekitar. Proyek juga tidak dipasang papan nama,” ujarnya.

Masyarakat kata Umar sangat berharap agar pengerjaan embung rampung sehinggga keberadaannya membawa mamfaat bagi petani dan tidak dibangun asal jadi. Umar menilai keberadaan embung tidak tepat sasaran karena dan diprediksi tidak menghasilkan debit air dalam jumlah besar akibat ketiadaan sumber air yang mengalir.

“Embung ini terkesan direkayasa. Lokasinya tidak tepat sasaran dan rekanan juga tuntas mengerjakannya. Bayangkan anggarannya miliaran tapi kalau dilihat dari hasil bangunan betonnya mungkin cuma menghabiskan seratusan juta. Buktinya proyek Embung itu terbengkalai dengan sia-sia,” tuturnya.

Terpisah Kadis Pengairan Aceh Utara, Eddy Anwar menyatakan proyek tersebut merupakan proyek dibawah kendali Dinas Pengairan Propinsi Aceh dan dinas pengairan Aceh Utara tidak terlibat dalam pelaksanaannya. Meski sempat diajak berkoordinasi kata Edy namun dalam pelaksanaannya pihaknya tidak dilibatkan.

“Proyek bersumber APBA, punya Propinsi dan tingkat II tidak terlibat. Sedangkan proposal perencanaan awalnya langsung dibawa ke Propinsi Aceh oleh almarhum Ayah Yok. Masa itu saya belum Kadis Pengairan. Makanya saya sama sekali tidak tahu data detilnya dan tidak tahu berapa nilai anggarannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kadis Pengairan Propinsi Aceh Mawardi Ismail yang dikonfirmasi menyebutkan, terkait hal itu, dirinya meminta waktu untuk memanggil pejabat yang terkait dan mengecek data rincian proyek Embung Seunubok Paya Bakong itu,” pungkas Mawardi.

Komentar

Loading...