Unduh Aplikasi

Eksponen 98 Puji Sikap Eksekutif dan Legislatif dalam Sidang Paripurna

Eksponen 98 Puji Sikap Eksekutif dan Legislatif dalam Sidang Paripurna
Plt Gubernur Aceh menghadiri rapat paripurna DPRA menjawab pertanyaan atas interpelasi lembaga legislatif Aceh. Foto: AJNN/Fauzul Husni

BANDA ACEH - Eksponen 98 mengapresiasi sikap eksekutif dan legislatif dalam sidang paripurna mendengarkan jawaban Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah atas interpelasi DPRA, Jumat kemarin (25/9).

Dalam kajian Eksponen 98, efektivitas dan stabilitas penyelenggaraan pemerintahan di suatu negara ditentukan oleh optimalisasi fungsi dari berbagai institusi politik yang hadir di negara tersebut. Baik dari masing-masing institusi secara mandiri maupun relasi antar lembaga.

"Salah satu relasi yang penting untuk dijalankan secara ideal  terutama dalam sistem demokrasi adalah relasi antara badan legislatif dan badan eksekutif," kata salah seorang unsur Eksponen 98, Effendi Hasan dalam pandangannya yang diterima wartawan, Sabtu (26/9).

Disampaikan Effendi, Lowell Barrington dalam bukunya Comparative Politics, Structures and Choices Wadsworth menyatakan, badan legislatif dan badan eksekutif adalah komponen kunci dari struktur politik suatu negara, dan salah satu karakter penting dari sistem politik adalah pembagian kekuasaan antara badan legislatif dan badan eksekutif.

Berangkat dari pandangan tersebut, kehadiran Plt Gubernur dalam rapat paripurna DPRA merupakan satu bukti eksekutif dan legislatif Aceh telah melaksanakan peran dan tanggung jawab masing-masing lembaga sesuai amanah Undang-undang.

"Pada rapat paripurna itu jelas menunjukkan relasi eksekutif dan legislatif Aceh berjalan sinergi dengan komitmen serta konsistensi terhadap tugas yang telah diamanahkan oleh rakyat Aceh kepada kedua lembaga tersebut," ujarnya.

Sementara itu, unsur Eksponen 98 lainnya, Nasrul Sufi melihat Plt Gubernur Aceh melaksanakan tugasnya menjawab 16 pertanyaan penting kepada pihak eksekutif secara sistematis, jelas, terukur dan sesuai dengan dasar hukum yang berlaku.

Mulai dari persoalan postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA), perubahan 2019, dana refocusing Rp 1,7 triliun sampai Rp 2,3 triliun, serta penghapusan program kegiatan pembangunan mesjid dan meunasah yang belum ada nomenklatur dalam Permendagri Nomor 90 tahun 2019.

Sidang Paripurna DPR Aceh telah berlangsung sangat dinamis dan alot, terutama dalam penyampaian beberapa pertanyaan serta tanggapan anggota DPR Aceh atas jawaban Plt Gubernur Aceh.

Eksponen 98 mengucapkan terimakasih kepada eksekutif dan legislatif sekaligus mengapresiasi kedua lembaga ini yang telah melaksanakan tanggungjawab sesuai tupoksi, sehingga sidang paripurna berjalan aman, damai dan sukses.

"Mudah-mudahan kebersamaan, keharmonisan, kesolidan antara kedua lembaga ini akan terus berlangsung untuk masa-masa hadapan untuk membangun Aceh hebat, sesuai yang kita dicita-citakan bersama," tutup Nasrul Sufi.

Komentar

Loading...