Unduh Aplikasi

Eksekutif dan Legislatif Diminta Tak Korbankan Rakyat Demi Kepentingan Elit

Eksekutif dan Legislatif Diminta Tak Korbankan Rakyat Demi Kepentingan Elit
ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Presiden Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Muhammad Yasir meminta Pemerintah baik itu legislatif maupun eksekutif tidak mengorbankan hak rakyat Aceh hanya karena demi kepentingan elit saja dalam proses pengesahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2018.

"Kami mendesak pemerintah untuk mengedepankan kepentingan rakyat dan mengesampingkan kepentingan elit dan golongan dalam pengesahan RAPBA 2018," pinta Muhammad Yasir, Kamis (25/1).

Kata Muhammad Yasir, Aceh merupakan satu-satunya provinsi di Indonesia yang belum mengesahkan anggaran tahun 2018. Padahal APBA yang berjumlah 14 triliun lebih itu merupakan salah satu faktor pendukung perekonomian yang mendongkrak ekonomi Aceh.

Namun hingga saat ini APBA belum disahkan akibat dari polemik antara eksekutif dan legislatif yang terus mengorbankan hak rakyat demi kepentingan elit.

Apa lagi, lanjut Yasir, ditambah dengan data Badan Pusat Statistik (BPS) yang menempatkan Aceh sebagai provinsi dengan peringkat enam termiskin di Indonesia.

"Keterlambatan penyusunan APBA jelas merugikan masyarakat. Masyarakat yang semestinya sudah menerima anggaran pembangunan atau pelayanan publik terpaksa harus tertunda menunggu selesainya penetapan APBA," pungkasnya.

Dengan alasan tersebut, Yasir mendesak pemerintah untuk fokus membahas dan mengesahkan RAPBA dengan tempo yang secepatnya dengan bersinergi dalam rangka memajukan Aceh.

Komentar

Loading...