Unduh Aplikasi

Effendi Hasan: KIP Aceh Terlalu Terburu-buru Putuskan Tahapan Pilkada

Effendi Hasan: KIP Aceh Terlalu Terburu-buru Putuskan Tahapan Pilkada
Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala (USK), Effendi Hasan. Foto: Rmolaceh

BANDA ACEH - Pengamat Politik Universitas Syiah Kuala (USK), Effendi Hasan menilai penetapan tahapan dan jadwal pilkada 2022 oleh Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh terkesana terlalu terburu-buru.

Menurut Efendi, seharusnya KIP Aceh terlebih dahulu memastikan terkait regulasi pelaksanaan pilkada 2022.

"Iya, apakah memang untuk Aceh 2022, atau diserentakan," kata Effendi saat dihubungi AJNN, Minggu (24/1).

Ia menjelaskan KIP Aceh sebagai penyelenggara wajib memastikan hal tersebut. Meskipun KIP Aceh bisa saja melaksanakan pilkada sesuai dengan qanun pilkada, namun selaku penyelenggara terlebih dahulu wajib memastikan apakah pemerintah pusat setuju dengan Pilkada Aceh 2022.

"Karena hal ini terkait dengan anggaran untuk pilkada juga," ujarnya.

Baca: Dalam RUU Pemilu, Pilkada Diselenggarakan 2022

Seharusnya, kata Efendi, selaku penyelenggara pilkada, KIP Aceh tak perlu terburu-buru melakukan penetapan tahapan dan jadwal pilkada 2022.

Sebelum adanya kejelasan regulasi pilkada, ia menakutkan kedepan akan terjadi konflik regulasi antar pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

"Karena itu pernah terjadi pada pilkada tahun 2012," terangnya.

Menurutnya, langkah yang seharusnya dilakukan KIP Aceh yakni, sebelum menetapkan tahapan pilkada, KIP Aceh terlebih dahulu melakukan koordinasi baik itu kepada Mendagri maupun KPU RI.

"Itu perlu, karena dengan adanya koordinasi itu biar jelas. Ketika memang KIP Aceh memutuskan tahapan pilkada, tidak terjadi pro kontra lagi," pungkasnya.

Komentar

Loading...