Unduh Aplikasi

Effendi Hasan: Interpelasi Titik Awal Relasi Eksekutif-Legislatif akan Baik

Effendi Hasan: Interpelasi Titik Awal Relasi Eksekutif-Legislatif akan Baik
Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, Effendi Hasan. Foto: KBA.one

BANDA ACEH - Wakil Dekan I Bidang Akademik Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unsyiah, Effendi Hasan menilai sidang paripurna hak interpelasi Dewan Perwakilan Rakyak Aceh (DPRA) terhadap Plt Gubernur Aceh, berjalan sangat dinamis.

“Saya menilai sidang interpelasi semalam itu adalah bahagian dalam dinamika forum. Saya melihat forum semalam sangat dinamis, eksekutif dan legeslatif telah menjalankan tupoksinya masing-masing,” kata Efendi kepada AJNN, Sabtu (26/9).

“Eksekutif telah menjalankan tupoksinya, menjawab hak jawab segala persoalan-persoalan yang sebanyak 16 poin. Kemudian ada beberapa pertanyaan yang muncul itu adalah bahagian- bahagian dari dinamika forum, saya pikir itu sangat wajar dan dinamis,” tambahnya.

Walaupun ada satu dua anggota dewan yang menyampaikan argumen-argumen bersifat emosional, menurut Effendi yang turut hadir dalam sidang paripurna hak interpelasi DPRA itu, kalau itu adalah komunikasi yang wajar dalam forum politik.

Baca: Mawardi Ismail: Dewan Jangan Tergesa-gesa, Selesaikan Interpelasi Dulu

“Yang penting jangan disitu (forum) mereka (legeslatif-eksekutif) berantam dan sebagainya, itu yang tidak sehat untuk dipertontonkan. Tapi menurut saya argumen-argumen yang disampaikan semalam sudah baik,” terang Wakil Dekan I FISIP Unsyiah itu.

Namun disamping itu semua, Effendi juga menilai, penggunaan hak interpelasi DPRA terhadap Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah, adalah titik awal hubungngan eksekutif dan legeslatif akan membaik.

“Ini menunjukan bahwa itu titik awal menunjukan untuk relasi antara eksekutif dan legeslatif akan baik kedepan. Dan kedua ruang sangat terbuka saya pikir,” yakin Effendi mengakhiri.

Komentar

Loading...