Unduh Aplikasi

Efek Corona, Hotel Kriyad Banda Aceh Rugi Rp 1,2 Miliar

Efek Corona, Hotel Kriyad Banda Aceh Rugi Rp 1,2 Miliar
General Manager Kyriad Muraya Hotel Aceh, Bambang Pramusinto. Foto: Ist

BANDA ACEH - Hotel berbintang, Kriyad Muraya Banda Aceh mengalami kerugian sebesar Rp 1,2 miliar pada Maret 2020, hal itu disebabkan karena pandemi virus corona (Covid-19).

General Manager Kyriad Muraya Hotel Banda Aceh, Bambang Pramusinto mengatakan, akibat dampak Covid-1, pihaknya telah merugi Rp 1,2 miliar bulan Maret lalu. Bahkan, pada bulan April 2020 ini diperkirakan mereka kembali mengalami kerugian sebesar Rp 3 miliar.

"Tingkatan hunian hotel terperosok dalam. Bulan Maret kami rugi Rp 1,2 miliar. April ini diprediksi akan rugi Rp 3 miliar," kata Bambang Pramusinto saat dikonfirmasi AJNN, Sabtu (11/4).

Kata Bambang, jika dilihat dari bulan lalu, okupansi (tingkat hunian kamar) bulan Maret ini sangat turun drastis. Banyak tamu yang cancel penginapan, dan event dikarenakan larangan dari pemerintah untuk melakukan kegiatan dinas di luar kantor. Okupansi Kyriad Muraya Hotel saat ini juga tidak lebih dari 20 persen.

"Iya tamu cuma sedikit, 5 sampai 6 kamar, dan meeting juga sama sekali tidak ada," ujarnya.

Baca: Dampak Corona, Okupansi Hotel Kriyad Aceh Turun Drastis

Mengenai karyawan, Bambang menyampaikan bahwa sebagian sudah diminta untuk mengambil cuti secara bergantian. Untuk gaji mereka juga terpaksa harus dibayar bergantian, dengan jumlah kurang dari setengah gaji normal per bulannya. Hal itu dilakukan karena selama ini tidak ada pemasukan.

"Dirumahkan secara bergantian, bergiliran mereka dari 85 orang, 18 hari-18 hari gitu. Gaji mereka berkurang, cuman 40 persen dari gaji normalnya," sebut Bambang.

Karena itu, dirinya meminta kepada Pemerintah Kota Banda Aceh untuk mengambil langkah tertentu seperti embebasan semua pajak, BPJS, stimulus dari Perusahaan Listrik Negera (PLN), relaksasi perbankan bisa segera terealisasi, bukan hanya wacana di pusat, serta subsidi atau insentif terhadap karyawan perhotelan.

"Kalau di pusat, Jakarta terutama, dan kota-kota besar lainnya sudah ada kejelasan dari pemerintah, baik yang dari Wali Kota maupun Gubernur nya. Sudah ada kabar, kita di Aceh belum ada," pungkas Bambang.

Komentar

Loading...