Unduh Aplikasi

EDITORIAL: Refleksi Sebagai Tuan Rumah PIN dan TTG

Ditunjuknya Aceh sebagai tuan rumah penyelenggaran even berskala nasional yakni Pekan inovasi perkembangan desa dan gebyar teknologi tepat guna (TTG) tahun 2015, tentu hal yang sangat membanggakan. Namun tentu, perlu kesiapan yang matang agar pelaksanaan kegiatan tersebut memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat, dan tentu juga mengharumkan nama Aceh dikancah nasional.

Menilik dari pelaksanaan PIN dan TTG 2015 yang telah berlangsung sejak 7 Oktober lalu, tentu penting bagi kita untuk melihat sejauh mana kesiapan Pemerintah Aceh menjadi tuan rumah yang baik. Dengan dukungan dana yang jumlahnya lebih dari Rp 12 miliar, maka seharusnya kemasan acara dan dukungan prasarana yang disiapkan oleh Pemerintah Aceh dapat lebih baik, namun fakta dilapangan, banyak sekali kekurangan yang memperlihatkan bahwa acara yang bersifat nasional itu tidak disiapkan dengan matang.

Sebagai contoh misalnya, hingga dua minggu sebelum pelaksanaan acara, pihak panitia, yakni Pemerintah Aceh yang didukung oleh even organizer atau pelaksana acara tidak melakukan sosialisasi dengan baik, sehingga gaung pelaksanan acara minimi diketahui masyarakat. Hal ini belum lagi soal saat kegiatan itu berlangsung, misalnya acara pembukaan yang seharusnya dilaksanakan tanggal 7 Oktober 2015, namun baru dilakukan pada 8 Oktober 2015, belum lagi soal sarana dan prasana, seperti listrik, air, MCK, dan juga stand atau booth yang disiapkan panitia dan juga EO tidak memenuhi standar even yang bersifat nasional.

Banyak peserta dari provinsi lain yang mengeluhkan ketidaksiapan Aceh sebagai tuan rumah, dan juga yang kesal dikarenakan minimnya sarana yang disiapkan. Ada dugaan, EO yang ditunjuk sebagai pelaksana acara lebih memikirkan keuntungan besar, tanpa memikirkan kesuksesan acara dan kepentingan nama baik Pemerintah Aceh sebagai tuan rumah. Hal ini belum lagi dilihat dari jumlah kehadiran peserta tidak seperti yang diharapkan, banyak provinsi dan kabupaten lainnya yang tidak berpartisipasi, akibatnya banyak jumlah stand yang kosong melompong.

Hal lainnya, seperti sarana transportasi, komunikasi, dan juga media center sebagai penyebarluasan informasi acara TTG juga tidak dipersiapkan dengan matang. Buktinya, lihat saja, bagaimana sistem transportasi bagi perserta yang tidak diatur dengan baik, belum lagi ditambah kecamacetan lalu lintas akibat tidak teraturnya sistem parkir.

Dari sisi komunikasi, sepertinya panitia tidak melibatkan pihak terkait, akibatnya saluran komunikasi dikawasan ini sering mengalami masalah. Media centre sendiri, sebagai bagian yang penting bagi desiminasi informasi terkait dengan PIN dan TTG tidak disiapkan dengan baik, akibatnya banyak wartawan yang enggan masuk ke areal media centre.

Berkaca dari persoalan tersebut, hendaknya kedepan, Pemerintah Aceh dapat lebih memilih EO yang kapable dan profesional, yang tidak melulu memikirkan keutungan semata, namun juga dapat berpikir aspek nama baik Aceh sebagai tuan rumah. Sebab, dalam tahun ini saja, ada even nasional lainnya yang akan diselenggarakan di Aceh, yakni Hari Nusantara 2015, dan pada 2017 Aceh juga kembali mendapatkan kepercayaan sebagai tuan rumah pertemuan nasional kontak tani dan nelayan seluruh Indonesia.

|REDAKSI
iPustakaAceh
Ucapan Selamat Pelantikan DPRA - Pemerintah Aceh

Komentar

Loading...