Unduh Aplikasi

Edi Zulkifli: Surat Desakan Mundur kepada Sarkawi Berasal dari Tiga Fraksi di DPRK

Edi Zulkifli: Surat Desakan Mundur kepada Sarkawi Berasal dari Tiga Fraksi di DPRK
Ketua Fraksi Gabungan Gerakan Nurani Nasional, Edi Zulkifli. Foto: Ist

BENER MERIAH - Ketua Fraksi Gabungan Gerakan Nurani Nasional (FG - GNN) Edi Zulkifli mengungkapkan bahwa surat dari DPRK Bener Meriah untuk Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi dikirim berdasarkan permintaan dari 3 fraksi.

Fraksi yang mendesak agar Ketua DPRK, Mohd Saleh, meminta Sarkawi untuk segera mengirim serta mengklarifikasi pernyataan mundur dari jabatannya tersebut yaitu Fraksi Gabungan Gerakan Nurani Nasional (FG - GNN), Fraksi Golkar dan Fraksi PKB. Di fraksi PKB yang sepakat hanya beberapa orang saja diantara Zetmen dan Darussalam.

Berdasarkan surat tersebut, Mohd Saleh mengirimkan surat permintaan klarifikasi kepada Sarkawi terkait pernyataan dia saat Idul Fitri kemarin. Klarifikasi yang diminta menyangkut masalah administrasi, untuk memastikan kalau memang Sarkawi benar-benar mengundurkan diri.

"Memang bunyi suratnya seperti mendesak, namun yang saya fahami itu adalah permintaan klarifikasi saja. Harapan DPRK, dengan adanya surat tersebut kami bisa lebih cepat bekerja," ujar Edi Zulkifli kepada AJNN, Kamis (28/5/2020) di Redelong.

Baca: Batal Mundur, DPRK Tetap Desak Sarkawi Ajukan Surat Pengunduran Diri

Politisi Partai Nanggroe Aceh (PNA) tersebut juga mengatakan mereka harus bergerak cepat. Apalagi saat ini Bener Meriah sedang menghadapi wabah Covid-19. Sehingga pihaknya berpikir kalau Bupati mengundurkan diri, saat ini bukan waktu yang tepat.

"Tapi karena dia sudah menyatakan mundur, maka kami harus bekerja secara cepat," ujar Edi Zulkifli.

Saat ditanya kenapa surat permintaan klarifikasi harus dikirim saat masih suasana lebaran. Edi mengatakan kalau hal itu dipicu oleh Bupati yang terlalu cepat mengambil kesimpulan. Seharusnya menurut Edi, dalam situasi saat ini, semua pihak harus memikirkan masyarakat Bener Meriah aman dari wabah Covid-19 dan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

"Kita bisa lihat, saat ini semua orang sudah bergerak, jadi seharusnya ini yang harus dipikirkan. Bukannya mengundurkan diri," ujar Edi.

Berdasarkan alasan tersebut 3 fraksi di DPRK mendesak Ketua DPRK Bener Meriah agar mengirimkan surat kepada Bupati, guna meminta klarifikasi terkait pernyataannya kemarin. Klarifikasi itu bisa dengan mengirim berkas administrasi dan surat - surat ke sekretariat DPRK.

"Surat tersebut penting, agar kami bisa mengambil langkah langkah selanjutnya. Jadi begitu gambarannya," ungkap Edi.

Edi juga menekankan bahwa fraksi Fraksi GNN sendiri kami tidak ada kepentingan apapun terkait rencana pengunduran diri Sarkawi. Dirinya mengatakan kalau mereka bukan partai pengusung. Fraksi ini diisi oleh 3 partai politik yaitu Partai Hanura 3 kursi, Gerindra 3 kursi dan PNA 2 kursi.

Baca: Batal Mundur, Sarkawi Cuma Ambil Izin Cuti untuk Berobat

Partai pengusung pasangan Ahmadi - Sarkawi ketika Pilkada, saat ini punya kursi di DPRK Bener Meriah. Partai itu adalah Golkar dan PKB. Jadi kalaupun Sarkawi lengser dari jabatannya, menurut Edi, yang bakal mendapat keuntungan adalah Golkar.

"Kami sendiri tidak mendapatkan keuntungan. Niat kami hanya untuk memikirkan daerah ini saja," ujar Edi.

Karena Faktor tersebut, makanya fraksinya sangat menyayangkan pernyataan pengunduran diri, tanpa berkoordinasi dengan sejumlah stakeholder di Bener Meriah terutama lembaga legislatif

"Kami sebagai salah satu lembaga penyelenggara pemerintahan di Bener Meriah, memang benar kami meminta Bupati segera mengirim surat, agar kami bisa cepat bekerja," ujarnya.

Baca: Fraksi Golkar: Kami Tidak Pernah Mendesak Sarkawi Mundur dari Bupati Bener Meriah

DPRK Bener Meriah sampai saat masih menunggu surat tersebut. Hal ini menurut Edi dikarenakan hal itu merupakan kewajiban pihaknya sebagai legislatif.

"Tapi kemarin kami mendengar kalau beliau tidak jadi mengundurkan diri," ujar Edi.

Saat ditanya apakah memang ada aturan DPRK wajib meminta klarifikasi terkait pernyataan lisannya. Edi mengatakan apa yang diucapkan Sarkawi membuat resah. Seharusnya dengan kondisi saat ini, Sarkawi berkoordinasi dulu dengan semua stakeholder sebelum mengambil sikap.

"Tanpa koordinasi dengan kami dan stakeholder lain, kok bisa mengundurkan diri," pungkas Edi.

Realisasi APBK AJay

Komentar

Loading...