Unduh Aplikasi

Dukung Pernyataan Dek Gam, DP3A Aceh: Cambuk Tak Ada Efek Jera untuk Pelaku Pencabulan

Dukung Pernyataan Dek Gam, DP3A Aceh: Cambuk Tak Ada Efek Jera untuk Pelaku Pencabulan
Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Aceh, Nevi Ariani. Foto: Ist

BANDA ACEH - Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Perempuan dan Anak (DP3A) Aceh, Nevi Ariani sangat mengapresiasi anggota DPR RI asal Aceh, Nazaruddin Dek Gam yang meminta pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual dihukum dengan Undang-undang Perlindungan Anak.

Menurut Nevi Ariani, penerapan Qanun Jinayah tidak membuat efek jera terhadap pelaku pemerkosaan dan pelecehan seksual, sehingga ia meminta agar semua pihak untuk mendorong agar pelaku diberi hukuman dengan ketentuan UUPA.

"Tentu kita meminta semua pihak untuk mendukung agar pelaku dihukum sesuai dengan UUPA bukan dicambuk, bila perlu ada hukuman khusus dalam kasus pelecehan seksual," kata Nevi Ariani kepada AJNN, Selasa (13/10).

Nevi Ariani menjelaskan, selama ini kasus pelecehan seksual di Aceh masih melakukan penerapan hukuman cambuk, sehingga tidak ada efek jera bagi pelaku.

Baca: Flower Aceh Dukung Pencabul Dijerat UU Perlindungan Anak

Ia berharap dalam kasus pelecehan harus ada regulasi yang tegas dalam memberi hukuman terhadap pelaku

"Pelaku harus diberi hukuman yang tegas, kalau hanya dicambuk, setelah dicambuk pelaku masuk lagi ke masyarakat, jumpa lagi dengan korban, dan pasti korban menjadi trauma berkepanjangan, dan ini menjadi kendala untuk pemulihan terhadap korban," sebut Nevi Ariani

Dia juga berharap, Nazaruddin Dek Gam juga menyampaikan hal itu ke Kejaksaan Tinggi Aceh, sehingga penerapan hukuman terhadap pelaku pelecehan seksual cepat terealisasi.

"Kami berharap Dek Gam tidak hanya ke Kapolda saja, tapi juga menyampaikan ke Kejati agar segera terealisasi, apakah dalam bentuk regulasi baru maupun ada poin penting terkait pelecehan seksual," tuturnya.

|MULYANA SYAHRIYAL

Komentar

Loading...