Unduh Aplikasi

Dukung Pembentukan Provinsi ALA, Arwin Mega: Tak Ada Hubungan dengan Multiyears

Dukung Pembentukan Provinsi ALA, Arwin Mega: Tak Ada Hubungan dengan Multiyears
Ketua DPRK, Erwin Mega. Foto: AJNN/Fauzul Husni

ACEH TENGAH - Ketua DPRK Aceh Tengah, Arwin Mega meminta semua pihak serius mengawal proses pembentukan provinsi Aceh Leuser Antara (ALA).

Menurut Arwin Mega, perjuangan pembentukan Provinsi ALA merupakan cita - cita lama yang harus selalu dikawal oleh semua pihak. Hal ini sebabkan karena pondasi perjuangan sudah dibuat oleh tokoh-tokoh.

Pernyataan Arwin Mega ini untuk menanggapi berkembangnya wacana pembentukan Provinsi ALA.

"Perjuangan dan gerakan ini perlu kita kawal prosesnya, para pendahulu kita sudah meletakan pondasi perjuangan ini, kita butuh melanjutkannya," ujar Arwin Mega, Selasa (22/8) di ruang kerjanya.

Arwin Mega mengatakan bahwa secara pribadi dan kepartaian, dirinya akan terus membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, baik dengan Provinsi Aceh maupun dengan jaringan yang dia miliki di Jakarta.

"Komunikasi yang baik dan santun akan terus kita bangun, kita akan jelaskan urgensi pemekaran ALA ini," ujar Arwin Mega

Politisi PDI-P ini juga menjelaskan kalau yang paling dibutuhkan saat ini adalah maping untuk menentukan arah pergerakan yang nyata dan terukur, hal ini perlu dilakukan agar perjuangan ini juga terukur hasilnya.

Pria yang akrab disapa Mega ini juga akan mendorong kelengkapan administrasi dalam pembentukan Provinsi ALA. Bahkan ia juga akan mendorong semua ketua DPRK dan para bupati/wali kota yang ada dalam wilayah ALA untuk segera membuat surat dukungan.

"Tentu tidak mudah untuk menggapai ini semua, tapi kita juga perlu ingat bahwa pendahulu kita sudah pernah memperjuangkan ini," ujar Mega optimis.

Baca: Ramung Institute: Pembentukan Provinsi ALA untuk Kepentingan Masyarakat

Mega juga menekankan agar semua yang terlibat dalam perjuangan ALA perlu segera melakukan pertemuan lintas sektor, baik itu di Jakarta maupun di Provinsi Aceh. Lobby politik juga penting, soal apakah nanti berhasil atau tidak, menurutnya merupakan urusan kedua.

"Kita butuh konsilidasi secara masif dan menyuluruh dengan melibatkan seluruh elemen yang ada, baik itu tokohnya, pemerintahan maupun pemudanya, diaspora ALA yang ada di berbagai daerah juga harus digerakkan,"ujar Mega.

Mega juga mengaku mendapatkan informasi tentang dibukanya kembali kran pemekaran daerah melalui pernyataan Menkopolhukam di sejumlah media tentang pemekaran wilayah Papua.

"Setahu saya juga sudah pernah ada kesepakatan Pemerintah dan DPR-RI soal desain pemekaran wilayah di Indonesia, untuk Aceh diberikan peluang dimekarkan satu provinsi dan ini peluang kita, selain itu beberapa wilayah di Indonesia juga sudah didesain untuk pemekaran," ujar Mega.

Secara pribadi, Mega juga terus mendorong agar perjuangan ini terus tercipta dan tertata dengan rapi, soal adanya dinamika di internal pergerakan itu merupakan yang biasa dan harus dilalui.

Selain itu, pria yang punya hubungan dekat dengan Presiden Joko Widodo mengatakan kalau saat ini wilayah tengah sudah punya energi baru dalam mempercepat pemekaran wilayah ALA.

"Semoga ini  bisa menjadi semangat baru, saya sebagai Ketua DPRK Aceh Tengah tentu akan terus menyuarakan aspirasi masyarakat Aceh Tengah secara baik," ujar Mega.

Terkait ada tudingan sejumlah yang mengkaitkan pemekaran wilayah dengan  pembatalan proyek multiyears, Mega mengatakan kalau Aceh Tengah sama sekali tidak kecipratan dana multiyears, sehingga pihaknya tidak ada interest terkait hal tersebut.

"Jika kami mau juga dapat mengkaitkan isu bendera yang selalu digaungkan saat menjelang lemilu atau pikada, saya kira tidak tepat dan tidak bijak jika harus terus menerus kait mengkaitkan, kita fokus saja pada pergerakan kelahiran ALA," tegasnya.

Komentar

Loading...