Unduh Aplikasi

Dugaan Pelecehan Seksual di RSUDZA, Kado Memilukan 100 Hari Irwandi-Nova

Dugaan Pelecehan Seksual di RSUDZA, Kado Memilukan 100 Hari Irwandi-Nova
Foto: Net

BANDA ACEH - Pemerintahan Aceh hebat dengan sejumlah program yang dijagokan menjadi harapan masyarakat Aceh. Secara terang benderang pada momentum 100 hari Irwandi-Nova menguraikan tiga program perioritas yang digadang-gadangkan, yakni pelayanan kesehatan, sektor pendidikan, dan pembebasan tol sumatera. 

Diantara sejumlah program tersebut, JKA plus merupakan program yang telah lama dirindukan masyarakat Aceh. Namun, hal memilukan muncul ketika adanya pelecehan seksual terhadap salah satu pasien yang dilakukan di RSUDZA menjelang momentum 100 hari pemerintahan Irwandi -Nova.

Ketua Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) Sudirman mengatakan kejadian pelecehan di RSUDZA seakan menjadi pukulan dahsyat bagi Pemerintah Aceh yang terus mengkampanyekan program pelayanan kesehatan yang disebut JKA Plus.

"Tentunya jika manajemen rumah sakit sebagai unit pelayanan masyarakat baik, maka kejadian pelecehan seksual seperti ini tidak terjadi. Indikasi pelakunya adalah cleaning servis (SC) yang masuk ke ruang pasien yang baru saja di operasi. Jika manajemen bagus tentu ada pihak medis yang berjaga di ruangan, sehingga hal tersebut tidak terjadi," kata Sudirman, Selasa (17/10).

Baca: Korban Pelecehan di RSUDZA Berharap Pelaku Dihukum Berat

Elemen mahasiswa dan pemuda, kata Sudirman, berharap program JKA Plus tidak hanya bicara pengobatan asal-asalan gratis, tetapi bagaimana mewujudkan pengobatan gratis berkualitas dengan pelayanan yang maksimal bagi seluruh masyarakat Aceh.

"Kasus ini merupakan kado memilukan 100 hari pemerintahan Irwandi-Nova. Kami berharap hal seperti ini tidak terjadi lagi. Jangan sampai janji pelayanan kesehatan dengan judul JKA Plus yang didengungkan, namun JKA minus yang masyarakat rasakan," ujarnya.

Selain itu, Sudirman menekankan agar Pemerintah Aceh segera manjadikan kasus ini sebagai bahan evaluasi, dan tidak ragu-ragu mengambil langkah kongkret untuk membenah sistem yang ada.

"Jika pelayanan tetap buruk, kejadian serupa terjadi lagi, maka kekecewaan akan semakin hebat di kalangan masyarakat," katanya.

Dalam kasus ini, pihaknya meminta Pemerintah Aceh dan instansi terkait tidak boleh lepas tangan. Selain melanggar hukum, tindakan asusila sudah melanggar Syariat Islam yang ada di daerah berjuluk Serambi Mekkah ini.

"Pelakunya harus dicambuk dan dipenjara," tegasnya.

Kepada Pemerintahan Irwandi-Nova, ia berharap agar JKA Plus tidak menjadi bungkusan tanpa isi yang bermakna.

"Pemerintah harus segera melakukan langkah kongkrit dan tindakan tegas terkait kasus ini, atau masyarakat akan kecewa," harapnya.

Komentar

Loading...