Unduh Aplikasi

Dugaan Korupsi Pengadaan Bebek Petelur di Aceh Tenggara Terus Didalami

Dugaan Korupsi Pengadaan Bebek Petelur di Aceh Tenggara Terus Didalami
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh masih terus mengumpulkan data ihwal dugaan korupsi pengadaan bebek petelur di Aceh Tenggara.

Dirreskrimsus Polda Aceh Kombes Pol Margiyanta menyebutkan saat ini pihaknya masih terus mengumpulkan bahan dan keterangan untuk penyelidikan.

"Pada prinsipnya kita sedang melakukan penyelidikan ya. Teknis-teknis yg dilakukan selama ini tentu dlm rangka penyelidikan," kata Margiyanta, Selasa (16/6).

Sampai saat ini, pihak penyidik belum bisa membeberkan berapa orang yang telah dipanggil untuk dimintai keterangan dalam penyelidikan tersebut.

Baca: Nasir Djamil Percaya Polda Aceh Dapat Mengungkap Mafia Pengadaan Bebek di Agara

Menurut Margiyanta, penyelidikan atas dugaan korupsi tersebut masih terus bergulir. Pada intinya penyidik masih selidiki unsur dugaan korupsinya.

"Penyelidikan masih berlanjut, belum bisa dipastikan berapa orang yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Jika nanti ditemukan bukti kuat, maka penanganan kasus akan ditingkatkan menjadi penyidikan. Untuk identitas saksi kami belum bisa menyebutkan," sebut Margiyanta.

Baca: Polisi Mulai Periksa Saksi Dugaan Korupsi Pengadaan Bebek Petelur di Aceh Tenggara

Seperi diberitakan sebelumnya, dalam dugaan korupsi pengadaan bebek petelur, penyidik telah memanggil saksi untuk memintai keterangan termasuk kepala dinas pertanian Aceh Tenggara dan pejabat pembuat komitmen (PPK) pengadaan bebek petelur.

Pemerintah Kabupaten Aceh Tenggara pada 2018 dan 2019 mengalokasikan dana dengan jumlah mencapai Rp12,9 miliar dalam Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK).

Anggaran bersumber dari dana alokasi umum (DAU) itu digunakan untuk pengadaan 84.459 ekor bebek petelur yang dibagikan kepada 194 kelompok ternak, masing-masing 500 ekor per kelompok

Komentar

Loading...