Unduh Aplikasi

Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Marlempang, Kejari Aceh Tamiang Tunggu Perhitungan Ahli Fisik

Dugaan Korupsi Pembangunan Jalan Marlempang, Kejari Aceh Tamiang Tunggu Perhitungan Ahli Fisik
Kasipidsus Kejari Aceh Tamiang, Reza Rahim, SH, MH. Foto: untuk AJNN

ACEH TAMIANG - Kejaksaan Negeri (Kejari) Aceh Tamiang mengatakan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil perhitungan dari tim ahli fisik dari Politeknik (Poltek) Lhokseumawe dalam dugaan Kasus Korupsi Pembangunan Jalan Marlempang dengan pagu anggaran sebesar Rp 6,5 miliar yang dari dari dana Otsus tahun 2019. 

Kasi Pidsus Kejari Aceh Tamiang, Reza Rahim yang dikonfirmasi AJNN, Selasa (6/4/2021) di ruang kerjanya mengatakan pihaknya saat ini sedang menunggu perhitunggan volume pekerjaaan di lapangan oleh tim ahli fisik dari Politeknik Lhokseumawe. 

Baca: GeRAK: Kejati Aceh Harus Supervisi Dugaan Korupsi Jalan Marlempang dengan Libatkan PPATK

"Setelah itu, hasil perhitunggan dari tim ahli fisik akan diserahkan kepada tim auditor untuk menghitung kerugian negara. Tim auditor tersebut bisa BPK RI, Inspektorant atau Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Aceh," jelas Reza Rahim. 

Reza juga menjelaskan untuk kasus pembangunan jalan Marlempang ini, pihaknya telah memeriksa 15 saksi yakni pelaksana proyek, direktur PT. Fanasha Cemerlang Bersama, Plt Kadis PUPR Mix Donall sebagai Pengguna Anggaran (PA), Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Teknis Kegiatan (PPTK), Konsultan Pengawas, Pokja ULP sebanyak 7 orang dan satu perusahaan yang melakukan penawaran yakni PT Karang Matang Raya. 

"Plt Kabag Barjas, Haroun kita sudah panggil dua kali, dalam kapasitasnya sebagai Pokja ULP dan kontraktor pelaksana yakni Direktur PT. Fanasha Cemerlang Bersama susah kita periksa sebanyak  satu kali," jelasnya. 

Reza menambahkan penyidikan masih terus berjalan. Pihaknya berharap hasil perhitungan dari tim ahli fisik dan audit kerugian negara bisa cepat keluar. 

Sebelumnya, Kejari Aceh Tamiang telah meningkatkan status kasus pemeriksaan proyek pembangunan jalan di Kampung Marlempang, Kecamatan Bendahara, Aceh Tamiang ke tingkat penyidikan.

Baca: Kejari Aceh Tamiang Periksa Plt Kabag Barjas dan Sejumlah Saksi 

Pengusutan awal kasus ini berdasarkan temuan BPK tentang kerugian negara yang mengakibatkan kelebihan bayar. Namun uang kelebihan bayar ini baru dikembalikan setelah jaksa memeriksa sejumlah pihak yang berkaitan dalam proyek ini.

Dia mengatakan dugaan pelanggaran hukum pada kasus ini juga berpotensi ditemukan pada mutu aspal. Dalam waktu dekat, tim penyidik akan menghadirkan ahli untuk melakukan uji aspal yang menganggarkan biaya Rp 6,6 miliar.

Menurutnya bila mutu aspal tidak sesuai, maka potensi tersangka bisa lebih luas dan mengarah ke pengawas hingga kuasa pengguna anggaran (KPA).

“Kalau mutu jelek, berarti ada pemalsuan administrasi proyek. Pasti ada kerja sama antara pengawas, PPTK, KPA atau PA-nya,” kata Reza.

Pemkab Bener Meriah _Ramadhan

Komentar

Loading...