Unduh Aplikasi

Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah, Wabup: Silahkan Periksa CCTV Bank

Dugaan Komitmen Fee Proyek di Bener Meriah, Wabup: Silahkan Periksa CCTV Bank
Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami. Foto: AJNN/Razikin

BENER MERIAH - Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami, angkat bicara terkait beredar selebaran foto informasi yang mengungkapkan laporan tentang telah terjadi dugaan pemungutan fee sejumlah proyek tahun 2021 oleh Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah.

Di dalam foto laporan yang disebar oleh akun Facebook atas nama Htmr Gayo tersebut, juga menjelaskan bahwa jembatan dalam menerima komitmen fee proyek tersebut, yaitu keluarga dari Bupati Bener Meriah dengan inisial S, A dan S. 

Di isi surat tersebut juga disebutkan bahwa uang tersebut di dalam empat tas rangsel, lebih kurang Rp 4 miliar dan diantarkan ke BRI induk Redelong oleh S pada bulan Januari 2021.

"Kalau mau diusut oleh pihak kepolisian, tinggal tanya pada pihak BRI terkait CCTV. Nampak disitu, orang mau bawa karung bawa apapun nampak di situ semua," kata Dailami, Selasa (20/4).

Terkait nama-nama yang tertera sebagai penerima proyek di dalam selebaran surat laporan tersebut, Dailami menilai itu adalah sesuatu yang biasa, sebab semuanya bisa di cek pada laman web LPSE.

Orang nomor dua di Bener Meriah itu juga mengaku sudah berkomunikasi dengan Sarkawi terkait dengan informasi itu.

"Ada kemarin (berkomunikasi) dari jam dua sampai jam empat. Abuya tidak merasa ada masalah terkait surat tersebut," ungkap Dailami.

Ketika ditanyakan apakah ada upaya hukum yang akan dilakukan oleh pihak Pemkab Bener Meriah terkait masalah ini, Dailami menyatakan pelaporan tersebut hanya akan menghabiskan energi.

"Nah misalnya apabila kita laporkan, lalu terindikasi seseorang. Terakhir datang keluarga menghadap minta damai, nah kan harus damai. Itu artinya kan habis-habis energi saja kita laporkan. Tidak akan ada upaya hukum yang akan kita lakukan terkait hal ini," ujar Dailami.

Terakhir saat ditanyai apakah benar terjadi keretakan di dalam tubuh Pemkab Bener Meriah antara Sarkawi dan Dailami terkait menjalankan roda pemerintahan, Dailami menegaskan hal tersebut adalah hoax.

"Tidak mungkin (terjadi keretakan), dia adalah guru saya. Tidak ada itu, itu hoax soalnya kami selalu akur-akur saja," tutup Dailami.

Sementara itu, Bupati Bener Meriah, Sarkawi hingga berita ini diunggah belum bisa dihubungi.

HUT Pijay

Komentar

Loading...