Unduh Aplikasi

Dugaan Kesalahan Pengumuman Seleksi JPTP Bener Meriah dan "Putra Mahkota" Kadis

Dugaan Kesalahan Pengumuman Seleksi JPTP Bener Meriah dan "Putra Mahkota" Kadis
Ilustrasi. Foto: AJNN/IST.

BENER MERIAH - Direktur Eksekutif Ramung Institute, Waladan Yoga menduga bahwa Panitia Seleksi (Pansel) kembali melakukan kesalahan dalam pengumuman seleksi ulang Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) Bener Meriah. 

Menurut Waladan, ada beberapa kesalahan yang terlihat sederhana, tapi hal tersebut bisa menunjukan kesalahan yan tidak bisa ditolerir dan menyangkut ketelitian dan kapasitas dari ketua Pansel. 

Waladan mencontohkan dalam penulisan jabatan calon kepala dinas yang telah ditetapkan sebagai tiga besar hasil seleksi ulang. Sebagian dituliskan dengan sebutan jabatan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas dan sebagian yang lain tidak disebutkan jabatannya sebagai Plt. 

"Padahal rata rata yang lulus seleksi jabatannya statusnya sebagai Plt. Kepala Dinas," ungkap Waladan dalam kepada AJNN, Kamis (4/3) di Redelong.

Pemuda yang akrab disapa Waladan Yoga ini juga bertambah bingung dan bertanya-tanya, apa motif dan maksud Ketua Pansel yang juga Sekretaris Daerah (Sekda) Haili Yoga yang diduga menerbitkan pengumuman itu.

"Bagaimana cara Ketua Pansel melakukan penelitian berkas sebelum ditandatangani. Apa tidak dibaca dan dikroscek ulang? Kata Yoga dengan nada bertanya.

"Apakah ini menunjukkan adanya dugaan putra mahkota yang harus diselamatkan dalam seleksi kali ini, kesannya kemudian yang bertuliskan jabatannya sebagai Plt Kepala Dinas akan dipilih sebagai kepala dinas definitif," ujar Yoga menambahkan.

"Kemudian soal kesalahan dalam penulisan jabatan yang lolos seleksi juga ditemukan," ungkap Yoga menambahkan.

Contoh lain, menurut Yoga dalam mutasi beberapa waktu yang lalu, ada beberapa orang yang sudah berpindah jabatan, misal, yang awalnya sebagai Kepala Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan pada Setdakab sekarang sudah berpindah jabatan sebagai Sekretaris Dinas Sosial, tapi dalam pengumuman masih disebutkan jabatan lama sebagai Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan.

"Kesalahan yang sama masih ada pada jabatan lain yang juga salah penyebutan jabatan," ujar Yoga.

Untuk itu Yoga kembali mempertanyakan, kenapa harus mengulang kesalahan terus menerus, seharusnya kata Alumni Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK) tersebut, Ketua Pansel mau belajar, jangan terus menerus mengulang kesalahan yang sama.

Putra Mahkota Kepala Dinas

Selain mengkritik masalah kesalahan dalam pengumuman, Waladan juga memprediksi ada beberapa putra mahkota yang akan dipilih sebagai Kepala Dinas definitif. 

Penyebutan "Putra Mahkota" oleh Waladan hanya untuk menunjukkan mereka yang akan dipilih dan adanya kedekatan. 

Menurut Waladan, apa yang dia sampaikan hanya prediksi sederhana sebagai petunjuk saja, prediksi ini, bisa saja akurat bisa juga sebaliknya. Hal ini disampaikannya setelah Ramung Institute setelah mencoba melakukan analisa dan mencocokan dengan situasi yang ada di seputar kekuasaan Bener Meriah.

"Kita lihat saja dalam proses pemilihannya, apakah nama-nama yang kita prediksi ini akan dipilih dan menduduki jabatan definitif sebagai Kepala Dinas atau malah sebaliknya," ujar Waladan.

Menurut Waladan ada lima nama yang berpotensi dipilih untuk menduduki jabatan Kepala Dinas di Kabupaten Bener Meriah, mereka adalah, Safriadi (Kepala BPBD), Hijbullah (Kadis Transmigrasi & Tenaga Kerja), Erwin (Kadis PUPR), Kamaeuddin (Kepala BKPP) Samusi Purnawira Dade sebagai Kadis Kominfo.

Komentar

Loading...