Unduh Aplikasi

Dugaan Ijazah Palsu, Gerindra Simeulue Tegaskan Tidak Berdamai

Dugaan Ijazah Palsu, Gerindra Simeulue Tegaskan Tidak Berdamai
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Gerindra Kabupaten Simeulue, Rahmad menegaskan dirinya tidak meminta damai terkait penyelesaian sengketa dugaan ijazah palsu milik Afridawati, calon Wakil Bupati Simeulue yang diusung partainya.

"Kami sebenarnya tidak pernah meminta damai ke pasangan calon Riswan NS dan Hamdan Amin," jelas Rahmad kepada AJNN, Senin (7/11).

Baca: Riswan-Hamdan Tolak Berdamai, Sidang Gugatan Ijazah Afridawati Berlanjut

Sebaliknya, kata dia, Gerindra Simeulue mendesak persoalan ijazah segera tuntas dan dibuka ke publik. "Jika ijazah Afridawati asli, maka yang melapor agar bertanggung jawab. Jika memang tidak asli, maka diberikan konsekuensi."

Rahmad yang juga advokat ini meminta kasus sengketa pilkada tersebut segera tuntas. Agar tidak berlanjut di kemudian hari dan tidak menjadi fitnah di tengah-tengah masyarakat.

Gerindra Simeulue, kata Rahmad, juga tetap berkomitmen melahirkan pemimpin yang memiliki kredibilitas, kapasitas, kapabilitas dan integritas. Dia juga tidak mentolelir orang yang bermasalah dengan hukum.

Untuk diketahui, kasus dugaan ijazah palsu milik calon wakil bupati Simeulue yang dilaporkan tim pasangan Riswan NS dan Hamdan Amin ini tengah bergulir di Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) Kabupaten Simeulue. Dijadwalkan, Rabu (9/11) mendatang akan dibacakan putusannya.

Komisi Independen Pemilihan (KIP) Simeulue merupakan pihak termohon gugatan ini. Sedangkan pasangan Erly Hasyim dan Afridawati merupakan turut termohon.

Komentar

Loading...