Unduh Aplikasi

Dua Tersangka Korupsi Diamankan di Simeulue

Dua Tersangka Korupsi Diamankan di Simeulue
Dua tersangka korupsi program Pansimas (rompi orange) sedang digiring petugas ke ruang tahanan Polres Simeulue. Foto: For AJNN

SIMEULUE - Polres Simeulue mengamankan dua tersangka yang melakukan korupsi program Pansimas di kabupaten itu. Keduanya diamankan usai menjalani pemeriksaan di Mapolres setempat baru-baru ini.

Dua tersangka tersebut yakni, DN (43) warga Desa Banda Masen, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe dan MFW (31) warga Desa Ameria Bahagia, Kecamatan Simeulue Timur, Simeulue.

DN merupakan District Coordinator di Pamsimas Kabupaten Simeulue pada tahun 2017-2018, sementara MFW merupakan District Financial Management Assistance.

Kapolres Simeulue AKBP Agung Surya Prabowo melalui Paur Humas Bripka Efriadi Saputra yang dikonfirmasi AJNN via seluler, Selasa (15/9) mengatakan, dua tersangka tersebut ditahan setelah dimintai keterangan kepada 71 orang saksi di Mapolres.

"Akibat ulah dua tersangka, telah terjadi kerugian uang negara sebesar Rp 319 juta lebih," kata Efriadi.

Efriadi menyebutkan, modus operandi korupsi dilakukan dengan cara mark-up harga barang kegiatan program Pansimas pada tahun 2017-2018.

Kata Efriadi, dalam kurun waktu selama dua tahun tersebut. Negara megelontorkan anggaran sebanyak Rp.3.676.934.250 untuk program Pansimas di Kabupaten Simeulue, yakni kegiatan bidang air bersih di 45 Desa dalam 10 Kecamatan.

"Dari total Rp 3,6 miliar tersebut, ‎tersangka DN dan MFW tidak bisa mempertanggung jawabkan dana sebanyak Rp 1.291.168.200‎ dan Polres Simeulue dapat menyelamatkan uang negara sebanyak Rp 319 juta lebih," ujarnya.

Selain Barang Bukti uang ratusan juta rupiah, kata Efriadi, Polres Simeulue juga mengamankan sejumlah barang bukti lainnya dalam kasus tersebut. Adapun barang bukti lainya seperti sampel pipa palsu tanpa SNI, laptop dan sejumlah barang lainnya yang digunakan tersangka untuk memuluskan aksi kejahatan korupsi dana Pansimas.

"Polres Simeulue masih melakukan pengembangan terhadap kasus tersebut untuk mencari siapa-siapa saja yang terlibat selain kedua tersangka tersebut," kata Efriadi.

Menurut Efriadi, kedua tersangka telah melanggar pasal 2 ayat 1 junto pasal 3 junto pasal 18 undang-undang Republik Indonesia Nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan undang-undang Republik Indonesia nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan tentang pemberantasan tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1 KUHP pidana penjara.

"Atas perbuatannya kedua tersangka diancam hukuman penjara maksimal 20 tahun, dan denda maksimal Rp 1 miliar rupiah," ungkapnya.

Komentar

Loading...