Unduh Aplikasi

Dua Terdakwa Korupsi Telur Ayam Dituntut Delapan Tahun Penjara

Dua Terdakwa Korupsi Telur Ayam Dituntut Delapan Tahun Penjara
Sidang tuntutan korupsi telur ayam ditunda. Foto; AJNN/Tommy

BANDA ACEH - Dua terdakwa korupsi telur ayam hasil produksi UPTD Balai Ternak Non Ruminansia (BTNR) Saree, Aceh Besar, Ramli Hasan dan Muhammad Nasir dituntut masing-masing delapan tahun kurungan penjara.

Tuntutan tersebut dibacakan penuntut umum, Endi Ronaldi, Taqdirullah dari Kejari Aceh Besar dalam persidangan di Pengadilan Negeri Banda Aceh yang dipimpin ketua majelis Dahlan didamping dua hakim anggota, Juanda dan Edwar.

Dalam tuntutannya, JPU menyebutkan sesuai fakta persidangan, kedua terdakwa telah melakukan perbuatan memperkaya diri sendiri atau orang lain yang menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 2,6 miliar.

Baca: Sidang Tuntutan Korupsi Telur Ayam Ditunda

Selain delapan tahun penjara, JPU juga menuntut kedua terdakwa dengan pidana denda masing-masing Rp300 juta subsidair tiga bulan. Sedangkan terdakwa Ramli Hasan ditambah uang pengganti sebesar Rp 2,6 miliar.

Jumlah uang pengganti tersebut selambat lambatnya harus dibayarkan ke negara satu bulan setelah putusan pengadilan memperoleh kekuatan hukum tetap.

"Jika saudara Ramli tidak mampu membayar uang pengganti maka harta bendanya akan disita oleh jaksa untuk menutupi uang pengganti tersebut," sebut JPU.

Dalam hal terpidana tidak mempunyai uang yang cukup untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan dipidana penjara selama 3,6 tahun.

"Apabila terpidana membayar dengan jumlah kurang dari seluruh kewajiban, maka jumlah uang pengganti tersebut akan diperhitungkan lamanya tambahan pidananya," kata JPU.

Menurut Jaksa, hal yang memberatkan adalah perbuatan terdakwa tidak mendukung upaya pemerintah dalam memberantas korupsi. Sementara hal yang meringankan terdakwa tidak pernah dihukum dan sopan saat persidangan serta terdakwa tulang punggung keluarga.

Usai membacakan tuntutan JPU, terdakwa didampingi kuasa hukumnya, mohon waktu dua minggu menyusun nota pembelaan pada persidangan selanjutnya yang akan digelar Rabu 26 Agustus 2020.

Komentar

Loading...