Unduh Aplikasi

Dua Ribu Hektar Padi di Aceh Barat Terancam Gagal Panen

Dua Ribu Hektar Padi di Aceh Barat Terancam Gagal Panen
ACEH BARAT - Dua ribu hektar lahan persawahan milik petani di Kabupaten Aceh Barat terancam gagal panen setelah direndam banjir selama lima hari. Hal tersebut disampaikan kepala Dinas Pertanian dan Perternakan (Distanak) Aceh Barat, Safrizal, kepada wartawan, Senin (29/8).

Menurut Safrizal, daerah terluas areal persawahan terkena rendaman banjir berada di Kecamatan Arongan Lambalek dengan luas area 650 hektar, dan terkecil di Kaway XVI, 20 hektare.

“Kalau rendamannyan selama lima hari biasanya tidak masalah, namun kita tetap khawatirkan terjadinya fuso terhadap padi yang terendam itu,” kata dia.

Padi yang terendam banjir tersebut rata- rata merupakan padi siap panen dan apabila terjadi fuso maka kerugian menurutnya bisa mencapai Rp 2,5 miliar, akan tetapi jika masih bisa panen maka kualitas dari beras tersebut tidak lagi sesuai sehingga harga beli di pasaran.

“Kalau sudah terendam biasanya warnanya berubah menjadi kuning, sehingga nilai belinya hanya Rp 3.500 rupiah hingga 4000 rupiah dari seharusnya harga jual mencapai Rp 5000 rupiah perkilogramnya,” kata Safrizal.

Kata dia, tanaman padi masyarakat yang terendam tersebut bukan hanya bagian bantangnya saja namun juga hingga ke malai atau buah sehingga ancaman fuso sangat besar.

Hingga saat ini, sebut Safrizal Dinas yang dipimpinnya itu sedang terus melakukan pendataan atas fuso yang terjadi terhadap tanaman padi masyarakat.

“Jika nantinya terjadi fuso maka akan diusulkan bibit baru ke pusat, karena selama ini memang ada program penggantian bibit bagi mereka yang gagal panen akibat bencana,” ungkapnya.

Safrizal memastikan, apabila terjadi gagal panen terhadap dua ribu hektar tanaman padi milik para petani namun stok beras di Aceh Barat akan tetap aman lantaran luas area tanam di Aceh Barat saat ini emncapai 11 ribu hektar lebih.

Komentar

Loading...