Unduh Aplikasi

Dua Petisi Online Menyoal Kerusuhan Aceh Singkil

Kasus kerusuhan yang menyebabkan dibakarnya sejumlah tempat ibadah di Desa Suka Makmur, Kabupaten Aceh Singkil, Aceh, membuat netizen prihatin. Beragama suara disampaikan, salah satunya melalui petisi online di Change.org.

Sejauh ini, setidaknya sudah ada dua petisi yang berkaitan erat dengan kejadian yang menimpa warga minoritas di daerah tersebut. Penuntasan kasus dan peraturan menteri bersama tentang pendirian tempat ibadah menjadi sorotan.

Petisi pertama berkaitan dengan pengusutan rumah ibadah di Aceh Singkil. Petisi yang dibuat hari ini diposting oleh anggota Change.org bernama Noach Bonardo meminta agar negara harus memberi jaminan untuk rakyatnya beribadah.

"Karena negara harus menjamin rakyatnya untuk bebas beribadah dimanapun tempatnya yang sesuai dengan peruntukannya tanpa memandang agama dan suku manapun." tulis postingan tersebut.

Sejauh ini, baru beberapa netizen saja yang sudah menyatakan dukungannya terhadap petisi tersebut.

Petisi kedua ditujukan langsung kepada Presiden Joko Widodo, agar segera mencabut Peraturan Bersama Menteri Agama dan Menteri Dalam Negeri Nomor 9 dan Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pendirian Rumah Ibadah.

Dalam peraturan tersebut mensyaratkan harus ada KTP dari 90 orang pengguna rumah ibadah dan 60 masyarakat setempat agar rumah ibadah bisa dibangun di kawasan tersebut.

"klausul peraturan yang menyebutkan "dukungan masyarakat setempat paling sedikit 60 orang" untuk mendirikan rumah ibadah diskriminatif bagi penganut agama minoritas di suatu wilayah.

Adalah tidak mudah mengumpulkan tanda tangan 60 orang untuk mendapatkan izin pendirian rumah ibadah, apalagi jika yang diminta tanda tangan adalah warga yang agamanya berbeda dengan pihak yang akan mendirikan rumah ibadah." salah satu isi potongan petisi itu.

"Dan lagi sekarang ,banyak sekali kekerasan, penutupan, dan pembakaran rumah ibadah oleh kelompok anarkis karena alasan tidak memenuhi persetujuan 60 orang tersebut.

Kekerasan semacam ini, akan membuat terjadi balas membalas, dan mengikis rasa kebangsaan kita. Bayangkan negeri ini akan terkotak-kotak dan menghilang rasa toleransi kita sebagai sesama anak bangsa.

Indonesia tidak boleh dikelompok-kelompokan berdasarkan mayoritas dan minoritas, dimana hal tersebut malah akan membuat tercerai berai nya bangsa kita, dan menjadi rapuh.

Negara harus menjamin bahwa setiap warga negara bisa beribadah dimanapun mereka berada di seluruh indonesia.

Mari jadi bagian yang mendukung Indonesia yang tidak terkotak-kotak."

Sejauh ini baru segelintir saja netizen yang menyatakan dukungannya terhadap petisi tersebut.

CNN

Komentar

Loading...