Unduh Aplikasi

Dua Penyebab Utama Warga Nagan Raya Alami Scabies

Dua Penyebab Utama Warga Nagan Raya Alami Scabies
Ilustrasi. Foto: Net

ACEH BARAT - Hasil survei yang dilakukan tim Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, terkait dengan penyebab gatal-gatal disertai kudis pada warga Krueng Ceuko, Kecamatan Seunagan, Kabupaten Nagan raya merupakan penderita Scabies.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Nagan Raya, Rafik Karim, menjelaskan dari hasil survei yang dilakukan pihaknya ada dua penyebab utama yang ditemukan oleh Dinas tersebut sehingga warga Desa itu terutama anak-anak mengalami scabies.

Adapun penyebabnya, kata dia, pihaknya menemukan perilaku warga desa setempat yang melakukan Buang Air Besar (BAB) sembarangan atau Open Defacation Free (ODF) disekitar Daerah Aliran Sunga (DAS) alur sungai kecil, yang berada disepanjang bahu jalan desa setempat.

Menurutnya, di alur sungai tersebut ada tiga alur sungai kecil yakni alur sungai Krueng Ceuko, alur sungai Kuta Aceh, dan alur sungai Krueng Udeung.

“Terus kebiasaan lain warga Desa setempat juga menjemur kain mereka langsung diatas rumput, meski mereka miliki jemuran kain sehingga tertular bakteri,” jelas Rafik, kepada AJNN.

Baca: Warga Alami Gatal-Gatal Disertai Kudis, Dinkes Nagan Raya Duga Scabies 

Akibat dari perilaku tersebut, membuat warga sekitar mudah terserang scabies atau kutu tungau yang lebih dikenal dengan kutu air. Penyakit itu sendiri, sebutnya, lebih banyak menyerang anak-anak ketimbang orang dewasa, lantaran aktivitas orang dewasa yang lebih sering kontak langsung dengan panas.

Untuk pengobatan penyakit tersebut, ujar Rafik, salah satu tindakan yang dilakukan Dinkes setempat dengan cara mengoles salab stabimit. Saat ini, kata dia, pihaknya telah memesan salap tersebut dan kemungkinan Rabu, pihaknya akan melakukan tindakan pengobatan terhadap pasien scabies di Desa Krueng Ceuko.

Baca: Ratusan Desa di Nagan Raya Masih Berperilaku BAB Sembarangan 

Tindakan lain yang dapat diambil warga sekitar dalam mengobati scabies tersebut, kata dia, dapat juga dengan cara membersihkan gatal-gatal yang timbul tersebut dengan cara membersihkan dengan air hangat secara terus menurus.

Meski demikian, kata dia, penderita scabies tidak akan tumbuh secara total apabila prilaku ODF masih terus berlangsung di desa itu, termasuk menjemur kain diatas rumput.

“Tapi penyakit ini tidak akan hilang dan terus muncul jika perilaku BAB sembarangan dan menjemur pakaian diatas rumput masih berlaku. Terus yang harus dilakukan juga menjemur handuk usai digunakan serta menjemur kasur minimal satu minggu sekali,” ungkapnya.

Dari data yang dilakukan Dinkes setempat, penderita scabies di desa Krueng Ceuko hingga saat ini berjumlah 36 orang, tidak sampai ratusan seperti yang disampaikan warga apalagi jumalh penduduk di desa itu hanya tercatat empat ratus jiwa dan didominasi oleh anak-anak.

Namun demikian, penyakit gatal-gatal itu akan menular pada yang lain jika tidak segera diatasi mengingat penyakit tersebut akan sangat mudah tertular jika terjadi kontak langsung.

Komentar

Loading...