Unduh Aplikasi

Dua Pelajar Korban Kabut Asap di Aceh Barat Masih Dirawat

Dua Pelajar Korban Kabut Asap di Aceh Barat Masih Dirawat
Salah seorang pelajar ketika mendapatkan perawatan di RSCND akibat kabut asap. Foto: Darmansyah Muda
ACEH BARAT - Dua pelajar korban kabut asap empat hari lalu, yakni Aulia Rahmi (13), pelajar Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) Desa Blang Balee, dan Alkahar (7), pelajar Madrasah Ibtidayah Negeri (MIN) Desa Cot, Kecamatan Samatiga, Kabupaten Aceh Barat hingga Minggu, (7/8) masih dirawat di Rumah Sakit Umum Cut Nyak Dhien (RSU CND) Meulaboh setelah mengalami gangguan saluran pernapasan.

Aulia Rahmi, mengaku dirinya mulai mengalami sesak nafas ketika berada di sekolah sejak, Kamis (4/8). Namun tidak begitu parah. Tapi karena rumahnya di kepung asap karena berdekatan dengan lokasi kebakaran gambut, sehingga membuat saluran pernafasannya makin terganggu apalagi saat beraktifitas tidak pernah menggunakan masker.

Baca: Akibat Kabut Asap, Dua Siswa di Aceh Barat Dilarikan ke Puskesmas

Sementara itu Abdurahman,(60) ayah dari Aulia Rahmi mengaku anaknya itu dilarikan ke rumah sakit Kamis, (4/8) malam setelah jatuh pingsan karena nafasnya yang semakin sesak serta mengalami pusing.

“Anak saya memang ada gejala gangguan saluran pernafasan, namun karena tebalnya kabut asap beberapa hari ini dilingkungan sekolah maupun di rumah, sehingga membuat penyakitnya kumat-kumat,” kata Abdurrahman.

Hal yang sama dialami oleh Alkahar, pelajar kelas II MIN Desa Cot. Kamis (4/8) siang sepulang sekolah juga terpaksa dilarikan ke RSU CND Meulaboh karena mengalami sakit dibagian perut saat bernafas, dan jatuh pingsan. Hal ini diungkapkan neneknya Ruhul Aini, (50).

Warga yang juga berdomisili di Desa Kuala Bobon ini mengaku jika di rumahnya beberapa hari yang lalu dikepung kabut asap yang pekat.

Sebagaimana diketahui sejak beberapa hari terakhir Kabupaten Aceh Barat dikepung kabut akibat kebakaran lahan gambut. Namun pada Sabtu (6/8) kemarin kabut asap mulai menipis, setelah malamnya hujan deras melanda kabupaten tersebut.

Komentar

Loading...