Unduh Aplikasi

DR Azhari: WN Harus Berwibawa, Kharismatik dan Paham Agama

DR Azhari: WN Harus Berwibawa, Kharismatik dan Paham Agama
Meuligoe Wali Nanggroe. Foto: Detik

BANDA ACEH - Kepemimpinan Malik Mahmud Al Haytar sebagai Wali Nanggroe akan segera berakhir, sebagaimana diatur dalam Qanun Nomor 9 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Qanun Aceh Nomor 8 Tahun 2012 Tentang Lembaga Wali Nanggroe disebutkan Wali Nanggroe memegang jabatan selama 5 tahun. Sejumlah tokoh yang digadang-gadang layak menjadi Wali Nanggroe pun mulai mucul.

Akademisi Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Dr Azhari Yahya S.H.,MCL,M.A menyebutkan, selain syarat yang diatur dalam qanun, ada nilai-nilai lain yang tidak boleh dikesampingkan dan harus dimiliki oleh seorang untuk menjadi Wali Nanggroe seperti kharismatik, berwibawa, ucapannya didengar masyarakat dan apa yang diucapkannya sesuai dengan apa yang dikerjakan.

"Tidak hanya leadershipnya, tetapi kharisma harus dimiliki seorang wali Nanggroe. Ada orang yang kepemimpinannya bagus tapi tidak punya kharisma. Contohnya, di gampong ada keuchik dan ada pak imam dan tokoh masyarakat. Secara struktural memang Keuchik memang seorang pemimpin, tetapi bukan tidak mungkin ada seorang tokoh di gampong itu yang ditokohkan, bahkan keuchik pun harus menanyakan segala sesuatu kepada tokoh itu," kata Wakil Dekan Fakultas Hukum Usyiah itu.

Syarat lain yang menurutnya sangat utama bagi seorang Wali Nanggroe adalah paham agama karena Aceh adalah daerah berbasis syariat, jika Wali tidak paham agama bagaimana suaranya akan didengar oleh orang Aceh.

"Sangat naif rasanya kalau orang yang kita kedepankan tidak pernah ke masjid. Menjadi Wali Nanggroe itu harus benar-benar wali, kalau masa Umar bin Khatab beliau itu jadi khalifah juga jadi imam dan kita butuh yang seperti itu hari ini. paling kurang Wali ini paham agama," katanya.

Menurutnya, tes mengaji bagi calon Wali nanggroe itu wajib dan mutlak, karena mengaji salah satu syarat wajib untuk menjadi pemimpin di Aceh, Keuchik saja dites baca Alquran, apa lagi Wali Nanggroe itu adalah calon pemimpin masa depan dan panutan rakyat Aceh.

"Ketika dia bisa baca Alquran dan taat agama maka orang akan mengukiti secara Sami'na Wa Atho'na. Lantas bagaimana kita tahu seseorang bisa baca Alquran kalau tidak dites, banyak orang yang mengaku bisa baca Alquran, tetapi apakah kita dapat memastikan orang itu bisa baca Alquran jika tidak dites," katanya.

Syarat lain kata Azhari, Wali Nanggroe itu haruslah orang paham makna perjuangan, meski tidak harus dari kalangan pejuang. Pasalnya kata dia, Visi Wali Nanggroe adalah menjadi pemersatu bagi semua kalangan, di Aceh banyak sekali komponen masyarakat dan Wali Nanggroe harus mampu berdiri diatas semua kompenen itu.

"Akan sangat bagus lagi jika seorang Wali Nanggroe nantinya adalah sosok yang sudah terlibat dalam pembangunan Aceh dan punya relasi sampai ke tingkat pemerintah pusat, artinya tidak jago kandang. Di Aceh menjadi panutan dan dengan jakarta punya hubungan, itu sangat bagus kita butuh sosok seperti itu," sebutnya saat diwawancara AJNN, Minggu (25/11).

Saat ditanya siapa sosok yang menurutnya memenuhi kriteria itu, dengan spontan Azahari menyebut nama Zaini Abdullah. Alasannya Zaini itu sudah pernah berbuat dan hasilnya dapat dilihat secara jelas bahkan rakyat Aceh menikmati apa yang telah dikerjakan Zaini.

"Sisi agama juga ada pada beliau, tes mengaji juga lulus kan saat jadi calon gubernur dulu, hubungan dengan Jakarta juga bagus, menurut saya ini sosok yang mungkin bisa diterima oleh banyak orang dan perannya selama ini sangat netral, dari perjuangan beliau juga terlibat," katanya.

Dikatakan Azhari, Zaini Abdullah adalah salah satu dari sejumlah tokoh Aceh lainnya yang layak dipertimbangkan untuk calon Wali Nanggroe, bukan berati menafikan atau mengarahkan Zaini Abdullah untuk menjadi Wali Nanggroe.

"Menurut saya Pak Zaini, tapi banyak juga tokoh-tokoh lain di Aceh, siapa saja boleh menjadi Wali Nanggroe. Hasbi Abdullah, Tgk Muhar, Abu tumin dan Abi Lampisang juga bisa menjadi Wali Nanggroe. Bahkan tokoh-tokoh dari kabupaten kota di Aceh yang punya kriteria baik juga boleh saja jadi Wali Nanggroe. Cuma barang kali yang sudah teruji kiprahnya, Pak zaini masuk salah satu calon yang kita inginkan," katanya.

Komentar

Loading...