Unduh Aplikasi

DPRK Sering Desak Pemerintah Perbaiki Jembatan Ulee Raket

DPRK Sering Desak Pemerintah Perbaiki Jembatan Ulee Raket
Jembatan Ulee Raket ambruk

ACEH BARAT - Anggota Komisi B, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Nurhayati mengaku kecewa kepada Pemerintah setempat yang selama ini kurang respon terhadap jembatan Ulee Raket yang berada di Desa Sawang Teube, Kecamatan Kaway XVI meski sudah sering disampaikannya dalam sidang paripurna pembahasan Anggaran Pendapatan Dan Belanja Kabupaten (APBK).

Baca: Pemerintah Abai, Jembatan Ulee Raket Akhirnya Ambruk

Menurut Kak Ti—sapaan akrab—Nurhayati setiap pemahasan anggaran dirinya selalu meminta agar mengalokasikan anggaran untuk pemindahan abutmen jembatan dari arah Pante Ceurmen ke Kaway XVI, karena kondisinya sudah rusak berat dan terancam ambruk namun, alokasi yang disediakan hanya untuk penanganan darurat saja.

Nurhayati juga merasa kecewa dengan ambruknya jembatan tersebut, terlebih dirinya merupakan dapil pemilihan (Dapil) II yang meliputi wilayah Meureubo, Kaway XVI, Pante Cermen dan Panton Reu yang selama ini terus menyuarakan agar jembatan tersebut mendapat perhatian lebih, bukan hanya ditangani secara darurat.

“Kita selalu desak. Sudah sering kita sampaikan untuk perbaikan jembatan dengan digeser abutmen ditempat lain tapi tidak dilakukan. Jujur saya saya kecewa, karena setiap kegiatan rapat pandangan umum pembahasan APBK selalu kita sampaikan,” kata Kak Ti.

Baca: Sebelum Ambruk, Warga Sering Swadaya Perbaiki Jembatan Ulee Raket

Meski demikian, kata dia, dirinya tidak bisa menyalahi Pemerintah setempat secara penuh atas penanganan jembatan tersebut, lantaran keterbatasan anggaran APBK yang dimiliki oleh kabupaten itu yang hanya mencapai Rp1, 3 triliun hingga 1,2 triliun setiap tahunnya.

Nurhayati mengatakan, pemerintah setempat sempat menangani kerusakan jembatan tersebut pada sisi arah Kaway XVI menuju Pante Cermen dengan jumlah APBK yang dialokasikan mencapai Rp4 miliar.

“Kalau perbaikan ada, seperti tahun sebelumnya ada Rp 4 miliar untuk arah Kaway XVI Pante Cermen. Untuk arah sebaliknya juga ada lewat BPBD melalui dana tanggap darurat Rp 400 juta untuk memperbaiki yang longsor,” ucap Politisi Partai Aceh tersebut.

Ambruknya abutmen jembatan tersebut membuat arus transportasi terutama bagi kendaraan umum pengangkut logistik dan material lumpuh.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...