Unduh Aplikasi

DPRK Pijay Kembali Sorot Kinerja Dinas Pendidikan

DPRK Pijay Kembali Sorot Kinerja Dinas Pendidikan
Ilustrasi. Foto: Net

PIDIE JAYA - Hampir di setiap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Pidie Jaya, Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat memberi penilaain minus terhadap kinerja Dinas Pendidikan kabupaten tersebut.

Pada LKPJ bupati tahun 2018, Dewan Pidie Jaya menilai Pemerintah Pidie Jaya lebih mengutamakan kwantitas daripada kualitas pendidikan di kabupaten tersebut.

"Contohnya, setiap tahun pemerintah selalu mengalokasikan anggaran 20 persen dari dana APBK untuk bidang pendidikan, tetapi kami tidak melihat progres atau capaian yang telah dilaksanakan setiap tahunnya, dan tidak tergambar dalam LKPJ terhadap progres tersebut," kata Heri Ahmadi dalam Laporan Badan Anggaran DPRK setempat terhadap Laporan Keterangan Akhir Jabatan Bupati Pidie Jaya periode 2014-2019 dan LKPJ tahun 2018, Senin (17/6) di gedung DPRK setempat.

Dalam kesempatan itu, Heri juga menyebutkan, untuk peningkatan mutu murid dan dewan guru, pemerintah dinilai masih kurang inovatif dalam meningkatkan ataupun menciptakan program yang tujuannya untuk meningkatkan kwalitas pendidikan Pidie Jaya.

"Hal itu terbukti masih adanya adanya siswa kelas 3 SMP yang belum bisa membaca (angka melek huruf). Begitu juga pada tingkat kelulusan siswa-siswi yang diterima diperguruan tinggi negeri dari kabupaten kita masih cukup minim tingkat kelulusannya," jelasnya.

Selain itu, sambungnya, terhadap pengguna Biaya Operasional Sekolah (BOS) juga rawan disahgunakan oleh oknum-oknum kepala sekolah yang tidak bertanggung jawab.

"Hal itu terlihat dari uraian dalam buku LKPJ Bupati Pidie Jaya tahun anggaran 2018 dibidang pendidikan tidak terlihat capaian realisasi terhadap penggunaan dana BOS," terang politisi PKB itu.

Dihimpun AJNN, bukan pada LKPJ tahun ini saja DPRK memberi penilaian negatif terhadap pendidikan. Pada LKPJ tahun-tahun sebelumnya, DPRK setempat juga berpandangan inferior terhadap kinerja Dinas Pendidikan Pidie Jaya.

”Setiap tahun anggaran yang diperuntukkan untuk bidang pendidikan sangatlah fantastis, yaitu 20 persen dari APBK. Namun sungguh disayangkan adalah mutu pendidikan di Pidie Jaya yang semakin merosot,” kata anggota DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail pada pandangan umum terhadap LKPJ Bupati Pidie Jaya 2016 di kantor DPRK setempat, Selasa 1 Agustus 2017.

Saat itu, pria yang akrab disapa Ustad Am itu juga mengatakan, kegiatan dan program yang dirancang oleh dinas pendidikan setempat lebih terfokus kepada kegiatan fisik daripada peningkatan mutu dan perbaikan taraf guru, murid ataupun siswa.

Ironisnya, apa yang pernah disampaikan Ustad Am dua tahun lalu itu kembali terulang.

Komentar

Loading...