Unduh Aplikasi

DPRK Pijay: Gudang BPBD Tak Layak Disebut Gudang Logistik

DPRK Pijay: Gudang BPBD Tak Layak Disebut Gudang Logistik
Komisi B DPRK Pidie Jaya memonitoring gudang logistik BPBD Pidie Jaya.

PIDIE JAYA - Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya berang melihat kondisi gudang logistik Badan Penanggulan Bencana Daerah (BPBD) setempat. Pasalnya, gudang tempat penyimpanan logistik bantuan tersebut jauh dari kata layak.

"Gudang logistik BPBD sangat tidak sesuai untuk menyimpan barang sembako. Dan setelah kami memonitoring kemarin, saya nilai gudang ini tidak dirawat atau dibersihkan sama sekali. Jadi ini tidak layak disebutkan gudang logistik," kata anggota komisi B DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail kepada AJNN, Selasa (30/1).

Dikatakannya, logistik bantuan, seperti sembako, baju, kain serta tenda pengungsi dibiarkan begitu berserakan tanpa perawatan. Praktis, logistik tersebut bagaikan barang bekas buangan.

Ia juga meminta bantuan logistik berupa sembako untuk dipindahkan ke gudang logistik milik Dinas Soaial Pidie Jaya. Karena menurutnya, gudang logistik Dinsos tersebut layak menyimpan barang bantuan.

"Gudang logistik BPBD sama sekali tidak ada perawatan. Seperti bahan sembako tidak boleh lagi disimpan di gudang itu," ujarnya.

Selain itu, politisi PPP itu juga berang terhadap BPBD Pidie Jaya yang tidak dapat memperlihatkan data bantuan gempa.

"BPBD hanya bisa memperlihatkan data bantuan bencana, sementara data bantuan gempa tidak bisa diperlihatkan dan mengaku tidak ada di pihak mereka," ujarnya.

Namun Kepala BPBD Pidie Jaya, M Nasir berkilah kalau data bantuan gempa hanya dimiliki oleh satuan tugas (satgas) tanggap bencana Pidie Jaya.

"Data bantuan gempa yang masuk ke Pidie Jaya, datanya dipegang oleh satuan tugas tanggap bencana, bukan di BPBD" kilah M Nasir.

Komentar

Loading...