Unduh Aplikasi

DPRK Pidie Desak BKSDA Tanggapi Keluhan Warga Tangse Soal Konflik Gajah

DPRK Pidie Desak BKSDA Tanggapi Keluhan Warga Tangse Soal Konflik Gajah
Warga Dusun Cot Weng Desa Lhok Keutapang berusaha menghalau gajah menggunakan mercon. Foto: Boyhaqi

PIDIE - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie mendesak pemerintah melalui Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) agar menanggapi keluhan masyarakat menyangkut persoalan konflik gajah.

Baca: Konflik Gajah dengan Manusia Kembali Terjadi di Tangse, Pemerintah Terkesan Tutup Mata

Selama ini kawanan binatang beralai tersebut kerap berkeliaran dalam kemukiman penduduk warga seperti di kawasan Kecamatan Mila, Keumala, Tangse, Mane dan Geumpang.

Akibatnya, telah terjadi pengrusakan tanaman perkebunan milik masyarakat yang tak terhitung lagi luasnya termasuk pondok seperti halnya yang terjadi
dusun Cot Weng Desa Lhok Keutapang, Kecamatan Tangse baru-baru ini.

"Jika hal ini tidak segera ditanggapi serius oleh pemerintah maka masyarakat akan terus mengalami kerugian," ungkap anggota DPRK Pidie Isa Alima kepada AJNN, Senin (25/6).

Menurutnya, apabila konflik gajah dengan manusia terus dibiarkan terjadi maka dikhawatirkan akan menimbulkan korban jiwa karena selama ini warga hanya mampu mengusir gajah dengan cara menggunakan marcon.

"Jadi kami minta pemerintah melalui dinas terkait agar secepatnya turun tangan sebelum mayarakat menjadi korban," ujarnya.

Komentar

Loading...