Unduh Aplikasi

DPRK Nilai Tim Gugus Covid-19 Aceh Utara Tidak Serius Tangani ODP 

DPRK Nilai Tim Gugus Covid-19 Aceh Utara Tidak Serius Tangani ODP 
Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu. Foto: Acehonline

ACEH UTARA - Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu menilai Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Aceh Utara tidak serius dalam menangani warga berstatus Orang Dalam Pemantaun (ODP) yang ditempatkan di shalter bekas barak Rohingya, Desa Blang Adoe, Kecamatan Kuta Makmur, Aceh Utara.

Ironisnya, sudah tiga pemuda Aceh Utara yang pulang dari luar daerah dan sudah menjalani karantina selama sepekan dibarak shelter tersebut, namun belum ada fasilitas tersedia seperti kasur, kipas angin dan kamar (bilik) mereka masing- masing.

"Kami DPRK bersama Pemerintah Aceh Utara beberapa waktu lalu, sudah mengalihkan dana perjalanan dinas sebesar Rp 8,7 miliar untuk penanganan wabah COVI-19," ujar Razali Abu, Selasa (13/4).

Menurutnya hal tersebut sangat disayangkan, karena lambatnya pengadaan fasilitas untuk kebutuhan ODP yang dikarantina di shalter. Seharusnya, kata Razali, semua kebutuhan fasilitas seperti kasur, kipas angin dan lainnya sudah ada di kamar mereka masing- masing. Sehingga mereka tidak perlu membawa dari rumah mereka.

"Kami selaku bidang teknis anggaran DPRK Aceh Utara akan mengawal kemana anggaran Rp 8,7 miliar itu digunakan selama ini. Karena dana tersebut sudah jelas digunakan untuk penanganan dan pencegahan COVID- 19 di Aceh Utara," jelasnya.

Disebutkan, DPRK Aceh Utara sudah membentuk tim yang terdiri dari lima ketua komisi termasuk anggota komisi guna mengawal anggaran Rp 8,7 miliar yang dialihkan dari dana perjalanan dinas mereka untuk penanganan dan pencegahan wabah corona.

"Kami selaku tim teknis anggaran akan segera mempertanyakan kepada Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID- 19 Aceh Utara, kemana saja anggaran tersebut digunakan sehingga jangan salah digunakan. Dana tersebut khusus untuk penanganan dan pencegahan COVID- 19," ujar Razali Abu.

Komentar

Loading...