Unduh Aplikasi

DPRK Minta Status Zona Merah Aceh Utara Dicabut

DPRK Minta Status Zona Merah Aceh Utara Dicabut
Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu. Foto: Ist

ACEH UTARA - Ketua Komisi III DPRK Aceh Utara, Razali Abu menilai penetapan zona merah Covid-19 untuk Aceh Utara tidak tepat. Pasalnya Tim Gugus Covid-19 Provinsi Aceh tidak memiliki alasan yang tidak jelas atas penetapan tersebut.

"Harusnya Tim Gugus Covid-19 Aceh harusnya menjelaskan kriteria dan indikator apa saja hingga Aceh Utara masuk dalam wilayah zona merah Covid-19, ini patut dipertanyakan," kata Razali Abu, Senin (8/6).

Menurut Razali Abu, status zona merah yang disandang Aceh Utara hari ini selain telah menciptakan keresahan bagi masyarakat juga turut berimbas terhadap sisi ekonomi. Sementara sepengetahuan dirinya, di Aceh Utara tidak ada satu orang pun yang meninggal dunia karena positif corona.

"Kami selaku wakil rakyat terus dilontarkan oleh pertanyaan tersebut dari masyarakat. Kenapa Aceh Utara bisa ditetapkan sebagai zona merah. Tapi kami tidak tahu harus menjawab apa, karena tim gugus Aceh tidak menjelaskan, dan kami dewan DPRK Aceh Utara menolak dan minta penetapan itu dicabut," urainya.

Baca: Tak Terima Ditetapkan Zona Merah, Bupati Aceh Tamiang Surati Plt Gubernur

Disini, kata Razali, bilapun Aceh Utara masuk dalam kategori wilayah zona merah, maka dengan itu dirinya berharap agar Tim Gugus Provinsi Aceh mensosialisasikan langkah dan tahapan apa saja yang harus dilakukan masyarakat Aceh Utara.

Selain itu, dia minta agar Tim Gugus Aceh bisa menjelaskan dengan rinci terkait penetapan zona merah tersebut. Karena penetapan zona merah mampu mengundang kepanikan masyarakat.

"Tim Gugus Aceh harus transparan dalam memaparkan data dan fakta otentik terhadap zona merah Aceh Utara. Jangan asal-asal menetapkan status berdasarkan asumsi, semua ada aturan dan ketentuannya," ujar Razali Abu. 

Komentar

Loading...