Unduh Aplikasi

DPRK Minta Jaksa Usut Tuntas Korupsi Pengadaan Peralatan RSUD Pijay

DPRK Minta Jaksa Usut Tuntas Korupsi Pengadaan Peralatan RSUD Pijay
Tersangka Korupsi pengadaan peralatan rawat inap RSUD Pidie Jaya

PIDIE JAYA - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Pidie Jaya meminta penegak hukum mengusut tuntas kasus korupsi pengadaan peralatan rawat inap pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pidie Jaya yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) tahun anggaran 2016.

"Kami meminta penegak hukum dalam hal ini Kejaksaan Negeri (Kejari) Pidie Jaya untuk mengusut tuntas kasus korupsi pengadaan peralatan rawat inap pada RSUD Pidie Jaya," kata anggota DPRK Pidie Jaya, Hasan Basri kepada AJNN, Kamis (25/10).

Baca: Korupsi Pengadaan Barang di RSUD Pijay, Kejari Jebloskan Dua Tersangka ke Penjara

Menurutnya, Kejari Pidie Jaya wajib mengusut tuntas siapa saja yang terlibat dalam skandal korupsi peralatan rumah sakit tersebut, karena hal itu menyangkut dengan hajatan masyarakat.

Disamping itu, pihaknya akan memanggil pihak-pihak yang terlibat dalam pengadaan peralatan furniture nurse station itu pekan depan untuk dimintai keterangan.

"Sampai saat ini kami belum dapat memberi tanggapan apapun, karena kami belum mengetahui bagaimana proses kasus ini, Senin 29 Oktober 2019 kami akan memanggil semua pihak yang terlibat, mulai dari direktur RSUD hingga kabid-kabidnya. Tapi yang pasti kami meminta dan mendesak penegak hukum untuk mengusut tuntas kasus korupsi ini," pintanya.

Sebelumnya diberitakan, Kejari Pidie Jaya menetapkan dan menjobloskan dua tersangka kasus korupsi pengadaan furniture nurse station pada RSUD Pidie Jaya. Kedua tersangka tersebut yakni Hasan Basri dan Jailani.

Perhitungan kerugian negara sementara dari tim penyidik akibat korupsi tersebut lebih kurang Rp 250 juta.

Walaupun pengadaan peralatan rawat inap tersebut kekurangan volume, tetapi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) sekaligus Direktur RSUD menyetujui pembayaran 100 persen kepada tersangka. Namun demikian, Kejari tidak menetapkannya sebagai tersangka.

"Untuk penambahan tersangka, kami masih melakukan pendalaman dan pengembangan dalam penyidikan. Untuk menetapkan tersangka Direktur RSUD selaku KPA, kami belum bisa memberi gambaran," jelas Kepala Kejari Pidie Jaya Basuki Sukardjono melalui Kasi Intelijen, Sutrisna.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...