Unduh Aplikasi

DPRK Menduga Ambruknya Jembatan Ulee Raket akibat Galian C Ilegal

DPRK Menduga Ambruknya Jembatan Ulee Raket akibat Galian C Ilegal
Aktivitas galian c ilegal di bawah Jembatan Ulee Raket sebelum ambruk. Foto: Dok Ramli

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat meminta aparat kepolisian untuk mengusut ambruknya Jembatan Ulee Raket yang menghubungkan Kecamatan Pante Ceureumen dan Kecamatan Kaway XVI, Kamis (31/10) lalu.

"Kami mendesak polisi mengusut dugaan ambruknya jembatan itu," kata Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli kepada AJNN, Senin (4/11) di Banda Aceh.

Ia menduga ambruknya Jembatan Ulee Raket bukan diakibatnya banjir, namun karena adanya galian c ilegal yang tidak jauh dari jembatan yang ambruk itu.

"Kami tidak yakin jembatan itu ambruk karena banjir, tapi kami menduga jembatan itu ambruk karena adanya galian c ilegal di bawah jembatan itu," kata Ramli.

Baca: Jembatan Ulee Raket Ambruk Total

Bahkan, kata Ramli, galian c batu kerikil itu diambil untuk proses perbaikan jembatan yang hampir ambruk itu. Hal itu semakin diperbuat karena ambruknya jembatan itu ke arah lokasi galian c.

"Pilar jembatan itu ambruk kearah calian c, makanya kami menduga ambruk bukan karena banjir, tapi karena adanya galian c," ungkapnya.

Aktivitas galian c ilegal di bawah Jembatan Ulee Raket sebelum ambruk. Foto: Dok Ramli

Seminggu sebelumnya jembatan itu ambruk total, ia mengaku bersama Kamaruddin, Wakil Ketua II DPRK Aceh Barat sempat mengunjungi proyek jembatan itu. Saat itu, mereka menemukan adanya aktivitas galian c ilegal di bawah jembatan.

"Saya tahu betul jembatan itu seperti apa, dulu juga sempat ada banjir besar, tidak roboh jembatan itu, tapi setelah adanya galian c ilegal itu, baru roboh," ungkapnya.

Baca: Sebelum Ambruk, Warga Sering Swadaya Perbaiki Jembatan Ulee Raket

Untuk itu, kata Ramli, aparat hukum harus segera turun untuk melakukan penyelidikan, karena kejadian ini jelas-jelas telah membuat terganggunya aktivitas masyarakat sekitar.

"Ini jelas rugi masyarakat, dan uang negara juga rugi, apalagi uang Detail Engineering Design (DED) sudah ditarik oleh perusahaan," ujarnya.

Komentar

Loading...