Unduh Aplikasi

SOAL PENGGUSURAN

DPRK Lhokseumawe: Pemko Jangan Jadi Predator di Tengah Pandemi Covid-19

DPRK Lhokseumawe: Pemko Jangan Jadi Predator di Tengah Pandemi Covid-19
Warga Gampong Jawa Lama, datangi Kantor DPRK Lhokseumawe.Foto: AJNN/Sarina

LHOKSEUMAWE – Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe meminta kepada pemerintah kota setempat untuk menahan diri agar tidak menggusur dulu 35 unit rumah di Gampong Jawa Lama, Kecamatan Banda Sakti, Kota Lhokseumawe.

Apalagi mengingat penggusuran yang dilakukan untuk pembuatan proyek nasional kegiatan skala kawasan di Kampung Jawa-Hagu (Jagu) di tengah wabah Coronavirus Disease (Covid-19) mewabah.

“Iya, kita hari ini bertemu dan menerima pengaduan dari perwakilan masyarakat Gampong Jawa Lama, soal penggusuran untuk pembangunan proyek,” kata Wakil Ketua DPRK Lhokseumawe, T Sofyanus kepada AJNN, Senin (31/8).

Baca: 35 Rumah di Gampong Jawa Lama akan Digusur, Warga Mengadu ke DPRK Lhokseumawe

Atas diskusi tersebut, sambung Sofyanus, pihaknya mengambil sikap, akan segera memanggil perangkat desa, kecamatan dan dinas terkait ditambah juga dengan unsur Bappeda, untuk mempertanyakan terkait keluhan masyarakat tersebut.

“Dalam waktu dekat akan segera kita panggil, soalnya, kami baru menerima surat dari masyarakat hari ini, dan kami akan klarifikasikan dengan intansi yang bersangkutan terlebih dulu,” ungkapnya.

Lanjut Sofyanus, apapun sikap pemerintah, akan lebih baik untuk menahan diri di tengah Pandemi Covid-19, redamkan setiap langkah yang dinilai tidak menguntungkan rakyat. Mengingat ekonomi yang sedang sulit.

“Siapapun yang terlibat dalam proyek itu, harap bersikap bijak dan bisa menahan diri. Hal ini menyangkut hajat hidup masyarakat banyak, dan jangan jadi predator untuk masyarakat,” ungkapnya.

Komentar

Loading...