Unduh Aplikasi

TERKAIT PENGELOLAAN PELABUHAN JETTY MEULABOH

DPRK Kecewa, Nilai Pemkab Aceh Barat Tak Serius

DPRK Kecewa, Nilai Pemkab Aceh Barat Tak Serius
Aktivitas Jetty Meulaboh. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat menilai pemerintah setempat tidak serius terkait pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh oleh PT Perusahaan Indonesia (Pelindo) tanpa adanya kontrak atau Memorandum of Understanding (MoU) yang baru.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, Ramli SE, mengatakan seharusnya pemerintah setempat berani mengambil sikap atas pengelolaan pelabuhan tersebut, bukan hanya pasrah.

Ia menjelaskan jika persoalan ini terus dibiarkan berlarut-larut, maka ia memastikan pelabuhan tersebut akan terus dikelola tanpa kontrak baru.

"Kami kecewa sekali sama pemerintah. Kami melihat pemerintah diam saja, kami sudah beberapa kali mendatangi Pelindo. Ternyata pihak pemerintah sama sekali tidak datang ke Medan untuk ajak duduk kami bahas kembali masalah MoU, pengelolaan Pelindo," kata Ramli SE kepada AJNN, Kamis (24/10).

Baca: Pelindo: Dalam MoU Tidak Ada Masa Berakhir Pengunaan

Ramli SE mengaku pihaknya telah beberapa kali mendatangi Pelindo wilayah I Sumatera Utara, tanpa didampingi pemerintah setempat. Padahal saat itu, pihaknya juga ikut mempertanyakan tunggakan yang dilakukan Pelindo.

Menurutnya jika memang hari ini Pelindo menginginkan kerjasama secara Business to Business (B to B), ia berharap pemkab setempat segera melakukan seleksi direktur perusahaan daerah dan mengajukan nama direktur perusahaan di bawah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD)

"Jika memang bentuknya sekarang B ton B, pemkab serius silahkan seleksi calon direktur baru perusahaan (PD Bakat Beusaree), dan ajukan namanya kepada kami, kami siap mendukung," ujarnya.

Komentar

Loading...