Unduh Aplikasi

Nasib Korban Konflik di Bireuen

DPRK akan perjuangkan rumah bantuan tahun 2015

BIREUEN - Persoalan nasib 11 KK korban konflik di Km 13 Juli yang akan digusur semakin menyita perhatian publik, kali ini DPRK Bireuen turun tangan untuk mencarikan solusi dan berusaha memperjuangkan bantuan rumah terhadap mereka. Namun pihak DPRK saat ini lebih memfokuskan pada nasib korban karena menyangkut kemanusiaan.

Hal itu disampaikan Anggota DPRK Bireuen, Mukhlis Rama ketika dihubungi AJNN menyangkut 11 KK tersebut menyampaikan, DPRK pada Rabu (8/10). Pihaknya sudah membahas persoalan tersebut dalam rapat, dan Kamis (9/10).

"Kemarin kami sudah memanggil Camat Juli, Keuchik Buket Mulia dan korban konflik untuk mengetahui seperti apa kondisi mereka dan menampung harapan yang disampaikan korban tersebut, kami saat ini lebih memfokuskan pada nasib korban karena rasa kemanusiaan," kata Muchlis.

Dikatakan Muchlis, semua anggota DPRK yang mewakili Kecamatan Juli dan Jeumpa semua hadir dan konsen memperjuangkan nasip 11 KK tersebut supaya mendapatkan bantuan rumah pada anggaran 2015.

Sebagaimana diketahui anggota dewan yang mewakili Dapil IV (Juli dan Jeumpa) yaitu Ridwan Muhammad, Muzakkir Mahmud, Tgk. Haidar M.Amin, Teuku Muhammad Mubaraq, Hasanuddin Usman,  dan Muchlis Rama merupakan .

Mukhlis juga menyampaikan, ada tida kesimpulan yang diambil menyangkut permasalahan tersebut yaitu, pertama, karena ini menyangkut kemanusiaan para korban untuk tidak pindah dulu dari gedung bekas SDN6 Juli yang mereka tempati selama ini. Kedua, DPRK Bireuen akan memperjuangkan nasip korban untuk mendapatkan bantuan rumah pada pada tahun anggaran 2015. Ketiga, menyangkut persoalan tanah, DPRK Bireuen akan terus  mempelajari dan mendalaminya bukti-bukti dan dokumen yang ada.

Disamping itu, Abdullah, salah seorang korban konflik yang menempati gedung bekas SDN6 Juli ketika dihubungi AJNN, Kamis (9/10) sore, mengatakan mereka sudah mendatangi DPRK Bireuen untuk menyampaikan koandisi mereka.

"Kami tadi sudah mendatangi kantor DPRK Bireuen yang diterima oleh puluhan anggota dewan, mereka menyampaikan kepada kami supaya tidak meninggalkan dulu gedung yang mereka tempati," ungkap Abdullah.

SAFRI MS

Komentar

Loading...