Unduh Aplikasi

DPRK Aceh Timur Belum Rampungkan AKD

DPRK Aceh Timur Belum Rampungkan AKD
40 anggota DPRK Aceh Timur periode 2019-2024 saat dilantik oleh ketua PN Aceh Timur. Foto: Ist

BANDA ACEH - Dua bulan sudah 40 anggota DPRK Aceh Timur periode 2019-2024 dilantik. Namun hingga kini belum ada hasil kerja yang bisa dirasakan. Bahkan sampai saat ini, pembentukan Alat kelengkapan Dewan (AKD) yang menjadi langkah awal dalam bekerja juga belum rampung.

Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (LEMKASPA) Cabang Aceh Timur, Sanusi Madli meminta kepada 40 wakil rakyat yang sudah dilantik itu dapat segera merampungkan pembentukan AKD agar dewan memiliki perangkat kerja.

“AKD merupakan instrumen penting dalam mendukung kerja kerja legislatif, karena itu pembentukan AKD sangatlah mendesak, jika AKD belum terbentuk, maka dewan belum bisa bekerja, karena itu kami berharap kepada dewan baru agar dapat mempercepat pembentukan AKD, sudah dua bulan berlalu, seharusnya hal ini sudah selesai,” kata Sanusi, Senin (28/10).

Menurutnya keterlambatan pembentukan AKD dikhawatirkan akan berimbas pada pembahasan Anggaran Pendapatan Belanja Kabupaten (APBK) 2020. Sementara waktu yang tersisa lebih kurang dua bulan lagi.

“Kami berharap Anggota DPRK dapat memacu langkahnya, mengingat waktu pembahasan APBK 2020 tinggal beberapa hari lagi, yakni paling lambat Desember 2019, dikhawatirkan juga bila pembahasan dilakukan secara terburu-buru, nanti jadi tidak maksimal dan tidak menyentuh subtansi,” ujarnya.

Ia menjelaskan pembahasan anggaran juga membutuhkan waktu yang lama, karena apabila pembahasan anggaran dilakukan secara terburu-buru, maka bisa dipatikan tidak selaras dengan keinginan rakyat serta sesuai dengan rancangan pembangunan daerah.

“Jika dikehendaki qanun APBK 2020 sesuai dengan aspirasi rakyat, dan selaras dengan perencanaan pembangunan daerah, maka dibutuhkan waktu yang lumanyan banyak untuk membahas APBK 2020, kecuali tidak dikehendaki demikian, asal jadi dan ada qanun saja, soal sesuai dengan aspirasi rakyat atau tidak, dianggap tidak penting, ya tentu sehari selesai, tinggal copy paste, ganti tahun dan ketuk palu, selesai, tapi saya yakin dewan tidak berharap seperti itu, qanun asal ada,” kata Sanusi.

Komentar

Loading...