Unduh Aplikasi

DPRK Aceh Jaya: Tidak Ada Malpraktik di RSUD Teuku Umar

DPRK Aceh Jaya: Tidak Ada Malpraktik di RSUD Teuku Umar
dr. Eka Rahmayuli (jelbab mirah) saat mengklarifikasi pada rapat Komisi C DPRK Aceh Jaya. Foto: Ist

ACEH JAYA - Komisi C Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Jaya mengungkapkan bahwa tudingan terhadap RSUD Teuku Umar telah melakukan malpraktik terhadap salah satu pasiennya itu tidak benar.

Hal itu diungkapkan oleh Safwandi, Ketua Komisi C DPRK Aceh Jaya setelah memamggil Direktur RSUD Teuku Umar terkait pemberitaan ada dugaan korban malpraktik di RSUD Teuku Umar Kabupaten Aceh Jaya, Kamis (14/3).

"Setelah mendengarkan penjelasan dan klarifikasi dari pihak rumah sakit, ternyata dugaan malpraktik itu tidak benar," kata Safwandi.

Selain Direktur RSUD Teuku Umar, turut hadir dr. Rivi Wahyuni, Sp.PD, yang menangani pasien Mustafa Samsuddin, pada pertemuan dengan ketua dan Anggota Komisi C DPRK Aceh Jaya di ruang Rapat Komisi C Kantor DPRK Aceh Jaya.

Menurut penjelasan dr Rivi, kata Safwandi, pasien Mustafa mengalami penyakit diabetes melitus (DM) yang kadar gulanya sudah sangat tinggi diatas 500 Mg/dl, serta kondisi pasien pun sudah sangat melemah dan kekurangan cairan dan asupan nutrisi.

Oleh sebab itu, tindakan pemasangan infus yang dilakukan pihak medis untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang dan sebagai asupan pengganti makanan dalam tubuh, sehingga bisa mempercepat proses penyembuhan.

"Sementara terkait kondisi tangan sampai membengkak dan sampai terkupas itu merupakan komplikasi pada pasein penderita DM akibat pemasangan infus," ungkap Safwandi.

Baca: Pasien RSUD Teuku Umar Diduga Korban Malpraktik

Untuk itu, kata Safwandi, pihaknya berharap isu tentang dugaan malpraktik ini segera berakhir karena mengingat pelayanan RSUD sudah mulai membaik, sehingga tidak tidak berimbas terhadap pelayanan kesehatan lainnya di Aceh Jaya.

"Kami berharap isu yang dapat menghambat pelayanan di rumah sakit segera berakhir, karena setelah mendengarkan klarifikasi lansung dari pihak RSUD Teuku Umar ternyata tidak ada indikasi malpraktik," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur RSUD Teuku Umar, dr. Eka Rahmayuli, yang dihubungi AJNN membenarkan jika pihaknya sudah memenuhi panggilan dewan untuk mengklarifikasi isu yang beredar terkait tudingan sudah melakukan malpraktik.

"Kami baru saja memenuhi panggilan dewan dalam hal ini Komisi C DPRK Aceh Jaya untuk dimintai penjelasan terkait informasi yang berkembang beberapa hari yang lalu tentang adanya tudingan malraktik," kata Eka.

Menurut Eka, letak persoalannya adanya kesalahan komunikasi dan sesudah diedukasi ulang, pihak keluarga pun sudah menerima dan menyerahkan sepenuhnya penangan medis kepada rumah sakit.

"Setelah kami jelaskan kembali, pihak keluarga dapat memahaminya," jelas Eka.

iPustakaAceh

Komentar

Loading...