Unduh Aplikasi

DPRK Aceh Barat Dukung Rencana Pemkab Putuskan Kerjasama dengan Pelindo

DPRK Aceh Barat Dukung Rencana Pemkab Putuskan Kerjasama dengan Pelindo
Aktivitas Pelabuhan Jetty Meulaboh. Foto: AJNN.Net/Darmansyah Muda

ACEH BARAT - Pemerintah Kabupaten Aceh Barat berencana memutuskan kerjasama pengelolaan Pelabuhan Jetty Meulaboh dengan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo), mendapat dukungan dari Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) setempat.

Hal ini diutarakan Wakil Ketua I DPRK Aceh Barat, Ramli SE. Menurutnya rencana tersebut akan memberikan dampak positif bagi pemerintah kabupaten setempat sebagai upaya melindungi aset daerah.

Baca: Manager Pelindo Meulaboh: Pemutusan Kerjasama Kewenangan Direksi

"Kita dukung rencana Pemerintah Aceh Barat. Tapi Bupati harus serius dalam hal ini, karena ini aset daerah yang dihibahkan Singapura untuk kita, saat itu dibangun pasca tsunami," kata Ramli, kepada AJNN, Sabtu, (25/1).

Dikatakannya, selama pengelolaan pelabuhan tersebut dilakukan Pelindo, tidak ada kejelasan kontrak kerjasama. Hal ini memiliki dampak negatif, yang tentunya akan dirasakan pemeritah kabupaten terkait dengan perawatan pelabuhan.

Baca: Hutang Pelabuhan Jetty Meulaboh Belum Dibayar, Pemkab akan Putuskan Kerjasama dengan Pelindo

Sementara, dengan tidak adanya kejelasan kontrak kerjasama pasca berakhir pada tahun 2017 lalu, maka akan sulit bagi pemerintah kabupaten setempat memperbaiki pelabuhan tersebut, jika mengalami kerusakan.

"Sekarang MoU nya sudah kadaluarsa sejak tahun 20017 lalu. Kalau rusak siapa yang akan perbaiki mereka bisa saja tidak mau karena tidak ada kejelasan tanggung jawab perawatannya," sebut Ramli.

Baca: PT Pelindo Terhutang Rp 57 Juta kepada Pemkab Aceh Barat

Selain dari pemutusan kontrak kerjasama pengelolaan, kata dia, pemkab setempat juga disarankan menempuh jalur hukum, apabila pihak Pelindo tidak melunasi hutang piutang terkait pengelolaan pelabuhan yang sudah berlangsung sejak 2017 lalu.

Komentar

Loading...