Unduh Aplikasi

Penganiayaan Siswa

DPRK Aceh Barat Akan Panggil Kadis Pendidikan

ACEH BARAT - Terkait kasus penganiayaan siswa di SMU Negeri 4 Wira Bangsa Meulaboh oleh kakak kelasnya yang terjadi Minggu (25/10) lalu. Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat akan memanggil Kepala Dinas Pendidikan setempat dan Kepala Sekolah yang bersangkutan guna mendapatkan penjelasan.

Wakil Ketua DPRK Aceh Barat, H.Kamaruddin, kepada AJNN, Selasa (27/10) mengatakan, pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Sekolah SMU tersebut untuk mendengar penjelasan lengkap terkait peristiwa penganiayaan terhadap Ridha Firnanda (17) siswa kelas XI oleh kakak kelasnya.

Untuk mengetahui secara jelas terkait persoalan itu, ia meminta kepada pihak sekolah untuk melakukan investigasi dan penulusuran secara mendalam, sehingga akan didapatkan fakta yang sebenarnya.

"Apa yang terjadi disekolah itu saya secara pribadi sangat menyesalkannya, harusnya itu tidak terjadi. Istilah senior dan junior ini salah satu indikasi terjadinya kekerasan disekolah," kata Kamaruddin.

Menurutnya, untuk mencegah terjadinya kekerasan disekolah, terutama bagi siswa, istilah senior dan junior harus dihilangkan.

“Saat seorang siswa kelas X atau XI sebelumnya disiksa oleh kakak kelasnya, maka pada saat siswa tersebut naik tingkat maka ia akan menyiksa adik angkatannya,” jelas Kamaruddin mencontohkan.

Selain itu, menurutnya, perlu dilakukan pembenahan secara menyeluruh untuk SMU 4 Wira Bangsa. Pembenahan tersebut, seperti mengganti semua orang-orang yang ada distruktur sekolah serta dilakukannya sistem pengawasan secara ketat.

"Bisa saja setiap barak ditempatkan satpam untuk mengawasi barak, sehingga kekerasan seperti itu tidak terjadi," ujarnya.

Ia menambahkan, siswa yang melakukan kekerasan itu terlihat sangat rapi dalam melakukan aksinya, mereka menunggu guru piket penjaga asrama lengah. Apalagi menurutnya, itu dilakukan saat tengah malam.

Ia juga meminta kepada pihak kepolisian agar mengungkap siapa pelaku sebenarnya terkait kasus tersebut, pasalnya, saat para guru melakukan interograsi, semuanya mengaku bertanggung jawab atas penganiayaan itu.

"Kita berharap pelakunya bisa diungkap, karena, pihak sekolah ketika mengusut siapa pelakuknya, semua anak kelas tiga (XII) mengaku bertanggung jawab," ungkapnya.

|DARMANSYAH MUDA

Komentar

Loading...