Unduh Aplikasi

DPRK Abdya: Pembangunan Jalan Abdya-Galus Lancarkan Perekonomian Rakyat

DPRK Abdya: Pembangunan Jalan Abdya-Galus Lancarkan Perekonomian Rakyat
Wakil Ketua DPRK Abdya, Hendra Fadli. Foto: Ist

BANDA ACEH - Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Barat Daya (Abdya), Hendra Fadli menyambut baik rencana Pemerintah Aceh membangunan 11 ruas jalan prioritas yang menghubungkan berbagai kabupaten di Aceh.

Khusus di Abdya, Pemerintah Aceh akan menuntaskan dua ruas jalan penghubung, yakni Blangkejeren-Tongra, batas Abdya sepanjang 90,15 kilometer, dan ruas jalan Babah Rot, Batas Gayo Lues sepanjang 27,57 kilometer.

Kedua ruas jalan dengan total sepanjang 117,72 kilometer itu akan dituntaskan pada 2022. Pembangunan itu menghubungkan lintas tengah Aceh dan kawasan barat selatan.

Hendra mengatakan, pembangunan ruas jalan yang menghubungkan dua kabupaten itu memang program yang sudah lama ditunggu masyarakat Abdya. Karena bisa memperlancar akses perekonomian dua daerah tersebut. 

Belum lagi, kedepan akan ada pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus Barat Selatan Aceh (KEK Barsela) yang juga terpusat di Abdya. 

"Karena transportasi mulus dari Aceh bagian tengah (Gayo Lues) ke pesisir (Abdya) tentu melancarkan aktivitas ekonomi, apalagi jika dikaitkan dengan KEK Barsela," kata Hendra Fadli kepada AJNN, Selasa (18/2). 

Kata Hendra, jalan lintas tersebut selama ini memang sudah digunakan masyarakat Abdya dan Gayo Lues sebagai akses ekonomi dalam skala kecil. Meskipun sulit dilalui karena belum selesai dibangun. 

"Memang sudah dilalui masyarakat selama ini, tapi memang sedikit sulit, menjual cabai, membawa ikan ke sana. Ekonomi skala kecil sudah berjalan. Tapi jika sudah mulus jalannya tentu ada aktivitas ekonomi yang lebih besar," ujarnya. 

Hendra mengingatkan, pembangunan jalan lintas ini nantinya jangan dibuat asal jadi. Pemerintah perlu memastikan mutu dan kualitas aspalnya juga. Jangan setelah dibangun, lalu rusak sebelum masanya. 

"Jangan main-main, pengawasannya harus serius, kualitas jalan harus dijamin, bukan asal jadi. Jangan arang habis, besi binasa," tutur Politisi Partai Aceh itu. 

Hendra berharap, program jalan lintas ini harus selesai sesuai target yang telah direncanakan. Dan DPRK Abdya akan memberikan dukungan secara penuh.

Seperti diketahui, dalam kerangka mengoptimalkan dana otonomi khusus (Otsus), dan untuk mencapai target pembangunan infrastruktur jalan, yang tertuang dalam RPJMA, Pemerintah Aceh, pada 2019, telah melakukan perencanaan untuk penanganan peningkatan 11 ruas jalan prioritas di provinsi ujung pulau Sumatera ini.

Rencana penanganan 11 ruas jalan tersebut, selanjutnya dituangkan dalam kesepakatan antara legislatif dan eksekutif, dengan mengalokasikan anggaran Rp2,47 triliun lebih, dan pembangunannya dilaksanakan dengan sistem kontrak multi tahun atau multiyears (MYC).

Gemas-Dinas pendidikan aceh

Komentar

Loading...