Unduh Aplikasi

DPRA Siap Laporkan Penambang Illegal di WIUP PT MGK ke Polisi

DPRA Siap Laporkan Penambang Illegal di WIUP PT MGK ke Polisi
Irfannusir, Ketua Komisi II DPRA saat bertemu manajemen MGK

ACEH BARAT- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta perusahaan tambang emas PT Magellanic Garuda Kencana (MGK) yang beroperasi di Kabuten Aceh Barat menyampaikan data pelaku tambang illegal yang beroperasi di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) mereka.

Ketua komosi II DPRA, Irfannusir mengatakan, dengan adanya data pelaku tambang ilegal di wilayah IUP Magelanic maka nantinya Komisi II bisa meneruskan ke aparat penegak hukum.

"Kita akan minta Magellanic untuk mencari data yang konkrit tentang penambang ilegal ini. Jika ada indikasi dibekingi cukong-cukong kita akan minta data yang lengkap," kata ketua komisi II DPRA, Irfannusir, usai melakukan pertemuan dengan manajemen PT Magellanic, Kamis, (14/1) di Desa Kramat, Kecamatan Pante Ceureumen, Kabupaten Aceh Barat.

Baca: Penambangan Illegal di WIUP PT MGK Diduga Dilakukan Pejabat Daerah

Dikatakan Irfan, dengan adanya data, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan Dinas Energi Dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Aceh, serta Polda Aceh untuk memberantas pelaku tambang ilegal di kawasan IUP Magelanic.

Dikatakan Irfan, adanya penambangan ilegal di kawasan Magelanic tidak hanya merugikan perusahaan tersebut, namun juga terjadi kerusakan lingkungan serta hilangnya potensi pendapatan daerah, serta merugikan masyarakat.

Irfan menjelaskan, dengan adanya data lengkap pelaku tambang ilegal di kawasan IUP Magellanic nantinya komisi II akan merekomendasikan ke Polda Aceh untuk dilakukan penertiban.

Menurut Irfan, sebenarnya tindakan Maggellanic yang melakukan penambangan dengan sistim kemitraan masyarakat sangat baik.

"Yang menariknya dengan adanya pola bermitra dengan masyarakat bisa mengurangi keberadaan tambang illegal. Kemudian memanfaatkan tenaga lokal, sumber daya masyarakat apalagi tadi kita dengar sendiri, ada PAD untuk kabupaten," ungkapnya.

Pola kemitraan yang dilakukan Magellanic tersebut, kata dia, juga mampu meminimalisir penambangan emas illegal yang selama ini marak terjadi di Kabupaten Aceh Barat, serta memberikan manfaat besar dalam perekonomian masyarakat.

Meski terjadinya penambangan pola kemitraan, Irfan berharap perusahaan tersebut tetap memperhatikan kesiimbangan lingkungan wilayah produksi, sehingga tetap terjaga pasca tambang.

Komentar

Loading...