Unduh Aplikasi

DPRA Panggil 12 Perusahaan Kalah di Proyek Oncology RSUDZA

DPRA Panggil 12 Perusahaan Kalah di Proyek Oncology RSUDZA
M. Rizal Fahlevi. Foto: Net

BANDA ACEH - Ketua Panitia Khusus (Pansus) Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) terkait gedung Oncology Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, M. Rizal Fahlevi Kirani, menyebutkan 12 perusahaan yang kalah sudah dipanggil untuk dimintai data tender dan informasi lainnya.

"Kemarin sudah kita panggil 12 perusahaan yang kalah, termasuk salah satunya PT. MAM Energindo untuk kita mendapatkan informasi dan data-data perjalanan tender itu," kata Ketua Komisi V DPR Aceh, M. Rizal Falevi Kirani, Sabtu (17/10).

Ke depan pihaknya akan segera melakukan pemanggilan terhadap Unit Layanan Pengadaan (ULP), Inspektorat, pihak RSUZA selaku Kuasa Pengguna Anggaran (KPA). Kemudian beberapa orang ahli bidang yang bersangkutan dan peserta pemenang tender proyek gedung Oncology RSUZA.

Ia juga menyampaikan tim pansus akan tetap memanggil peserta yang menang, walaupun mereka sudah memprediksikan bahwa perusahaan yang menang tidak akan datang.

"Hal itu dikarenakan Pemerintah Aceh tidak koperatif. Buktinya surat yang sudah kami kirim seminggu lebih kemarin, pemerintah juga tidak pernah memberi data. Namun perlu diingat kami juga punya data," tegasnya.

Tahapan setelah pemanggilan semua pihak itu, kata Fahlevi, tim pansus akan berkonsultasi dengan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP), untuk kemudian tim pansus mengambil sikap.

"Setelah terkumpulkan data lengkap dari semua pihak yang kami panggil, baru nanti kami merekomendasikan ke paripurna. Batas waktu yang diberikan tiga bulan, terhitung mulai akhir Agustus," ujarnya.

Baca: Kontrak Gedung Oncology RSUDZA tanpa Tender Ulang

Sementara itu, berdasarkan penjelasan dari pihak-pihak yang sudah dipanggil, kata Fahlevi, mereka menjelaskan memang ada ketidakwajaran yang terjadi dalam proses tender proyek gedung Oncology RSUZA itu. 

"Yang lewat tapi tetap digugurkan dengan alasan tidak cukup admnya. Padahal di pengumumannya kan mereka lewat," ujarnya. 

Menurutnya, jika persoalan harga yang membuat perusahaan-perusahaan itu kalah juga tidak mungkin. Karena
harga yang tidak pernah dibuka ke publik atau ke perusahaan-perusahaan lain.

"Itulah persoalan atau informasi yang diperoleh dari pemanggilan 12 perusahaan yang kalah itu," ujar Politisi PNA itu.

Kemudian, kata Fahlevi, yang mirisnya lagi yaitu, ada pencairan uang muka, sementara proses tender belum selesai. Ini yang kemudian menjadi catatan kenapa itu dicairkan.

Kemudian setelah dilakukan sanggahan, PT MAM Energindo melakukan sanggahan banding dengan mengajukan beberapa bukti pelanggaran dalam proses tender tersebut, serta memberikan uang jaminan sebanyak Rp2,3 miliar atau sebesar satu persen dari total nilai kontrak pekerjaan itu yakni Rp237 miliar.

"Dalam proses sanggahan banding itulah, disitu keluar penandatanganan kontrak. Seharusnya kan harus tunggu dulu keluar keputusan sanggahan bandingnya," tutur Fahlevi.

Ia menyampaikan saat ini tim pansus sedang on the track dan minta dukungan semua pihak. Selain itu, saat ini pihaknya juga telah menandatangani surat untuk meminta dokumen-dokumen yang menyangkut dengan Oncology RSUZA.

"Termasuk dokumen pelelangan, dan Detail Engeneering Design (DED) bangunan Oncology RSUZA Banda Aceh tersebut," katanya.

Komentar

Loading...