Unduh Aplikasi

DPRA: Mungkin Kepala UPTD Saree Lelah, Perlu Disegarkan

DPRA: Mungkin Kepala UPTD Saree Lelah, Perlu Disegarkan
Salah seorang anggota Komisi II DPRA (kemeja putih) saat meninjau lokasi UPTD IBI Saree, Aceh Besar, Senin (8/6). Foto: Ist

BANDA ACEH - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), telah melakukan pertemuan dengan Dinas Peternakan Aceh terkait kasus sapi kurus, dan sudah meninjau langsung UPTD Inseminasi Buatan Inkubator (IBI) Saree, Aceh Besar, Senin (8/6).

Setelah melakukan rapat dan meninjau lokasi peternakan sapi yang dibeli dengan uang rakyat Aceh itu. Komisi II DPRA mengambil kesimpulan bahwa Plt Gubernur Aceh, Nova Iriansyah perlu mengevaluasi UPTD IBI Saree tersebut.

"Kami minta kepada pak Plt Gubernur Aceh untuk memberikan penyegaran terhadap UPTD ini. Entah mungkin karena lelah, jenuh, sehingga ada miskomunikasi antara UPTD dan dinas," kata Ketua Komisi II DPRA, Irpannusir kepada wartawan saat meninjau UPTD IBI Saree.

Irpan menyampaikan, setiap satu minggu sekali seharusnya pihak UPTD memberikan laporan kepada Dinas Peternakan Aceh, sehingga apapun masalah di lapangan tersampaikan, dan persoalan ini tidak terjadi.

"Kalau awal ada persoalan UPTD langsung melaporkan, cepat ada tindakan yang kami ambil, sehingga tidak terjadi seperti ini," ujarnya.

Baca: Plt Gubernur Aceh Lepaskan Sapi Karantina ke Padang Penggembalaan

Ia menegaskan, kedatangan Komisi II DPRA ke UPTD IBI Saree itu bukan semata-mata karena ingin mencari kesalahan, serta tidak juga khusus untuk melihat lembu yang kurus tersebut.

"Tetapi kami kesini lebih kepada bagaimana mencari solusi terbaik terhadap persoalan ini. Karena itu kita berharap UPTD ini dievaluasi oleh pak Gubernur," tegas politisi PAN Aceh itu.

Selain itu, kata Irpan, lembu di UPTD IBI Saree ini terlalu banyak atau over kapasitas sampai 392 ekor. Seharusnya cukup 100 ekor saja dengan berbagai macam jenis sapi, lalu diperuntukkan sebagai tempat edukasi untuk pelajar SMK.

Selebihnya, lanjut Irpan, bisa langsung dihibahkan kepada kelompok masyarakat atau yang berhak menerimanya, diberikan sesuai prosedur dan peraturan hukum berlaku.

"Plt Gubernur perlu segera membuat Pergub ini agar bisa secepatnya didistribusikan kepada kelompok masyarakat yang berhak menerimanya," tutur Irpannusir.

Seperti diketahui, kurusnya sapi di UPTD IBI Saree itu sudah menjadi polemik di tengah masyarakat Aceh. Karena berdasarkan kabar beredar, banyak sapi di sana yang sudah mati, diduga akibat kekurangan gizi.

Komentar

Loading...