Unduh Aplikasi

DPRA Minta Kopertis Selesaikan Masalah Akper Fakinah

DPRA Minta Kopertis Selesaikan Masalah Akper Fakinah

BANDA ACEH - Ketua Komisi VI Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), T Iskandar Daod meminta Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) menyelesaikan persoalan di Akademi Keperawatan (Akper) Yayasan Tengku Fakinah Banda Aceh, terkait dualisme kepemimpinan karena putusan Mahkamah Agung yang dinilai bertentangan dengan UU Yayasan dan UU Pendidikan Tinggi.

"Kopertis punya hak otoritas untuk memanggil kedua belah pihak supaya persoalan ini dapat diselesaikan," kata T Iskandar Daod, saat menerima audiensi para mahasiswa Akper Fakinah, di ruang serbaguna DPRA, Rabu (16/11).

Menurut Iskandar, jika kedua pihak itu terus melakukan hal yang di luar batas, Kopertis mempunyai wewenang memanggil keduanya untuk mencari jalan keluar. Kopertis lebih bertanggung jawab terhadap keberlangsungan proses belajar mengajar.

"Kopertis memiliki kewenangan dan kewajiban menjembatani persoalan ini, selaku pengontrol proses belajar mengajar di Aceh," jelasnya.

Iskandar berharap, masalah tersebut jangan berlarut terlalu lama, dan dalam waktu sesingkat mungkin Kopertis sudah mendapatkan titik temu, sehingga mahasiswa dapat menjalankan aktifitas belajar mengajar seperti sedia kala.

"DPRA membuka pintu jika ada kendala kami siap memfasilitasinya," tutur Iskandar.

Sementara itu, Amri Nurhasan selaku perwakilan mahasiswa yang beraudiensi dengan Komisi VI DPRA mengatakan, selama panitera pengadilan melaksanakan eksekusi sesuai perintah pengadilan 11 Oktober lalu hingga sekarang, proses perkuliahan sudah terganggu, bahkan jadwal kuliah mahasiswa tingkat satu, dua dan tiga berantakan.

Bukan hanya itu, saat ini mereka juga tidak memakai lagi gedung Fakinah untuk proses belajar mengajar melainkan beralih kegedung lain mengingat ketidaknyamanan ini.

"Dari eksekusi 11 Oktober sampai sekarang, perkuliahan saya sampaikan itu tidak jelas, karena jadwalnya tidak jelas," imbuh Amri Nurhasan.

Perwakilan Kopertis yang mengikuti pertemuan tersebut tidak menanggapi apapun, karena kapasitas dirinya bukan sebagai Koordinator Kopertis Aceh.

Komentar

Loading...