Unduh Aplikasi

DPRA Minta Imigrasi Deportasi 29 TKA Ilegal Asal China

DPRA Minta Imigrasi Deportasi 29 TKA Ilegal Asal China
Ilustrasi TKA ilegal. Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja

BANDA ACEH - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA), Azhar Abdul Rahman, meminta pihak imigrasi segera mendeportasi 29 Tenaga Kerja Asing (TKA) ilegal asal China, yang berkerja di Proyek Pembangunan PLTU 3 dan 4, Nagan Raya.

Permintaan deportasi tersebut disampaikannya, usai dirinya melakukan inspeksi mendadak (sidak) bersama anggota Komisi II DPRA. Sidak tersebut dilakukan Minggu, (21/6) kemarin.

Baca: 29 Pekerja Asal China di PLTU Nagan Raya Salahi Izin Tinggal

"Dalam sidak ini kami menemukan puluhan TKA yang bekerja disana dengan menggunakan visa kunjungan. Dan ini sudah melanggar aturan, baik undang-undang maupun Qanun Aceh. Kami minta Imigrasi segera lakukan deportasi," kata Azhar Abdul Rahman.

Dikatakannya, saat pihaknya melakukan sidak, para TKA asal China tersebut mengaku kepada para anggota DPRA itu ,jika masa berlaku izin tinggalnya sudah berakhir.

Baca: DPRA: TKA yang Tidak Lengkap Dokumen Keluarkan dari Aceh

Namun, karena situasi pandemi Coronavirus Disease (Covid-19) membuat mereka tidak bisa kembali ke negaranya, sehingga tertahan di Indonesia tepatnya di lokasi pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) 3 dan 4 Nagan Raya.

"Mereka mengaku masa izin tinggalnya telah habis namun tidak bisa kembali ke negaranya karena dampak Covid. Dan memohon bisa tinggal sementara waktu sambil menunggu penerbangan kenegara asalnya dibuka kembali," ungkapnya.

Dalam kesempatan itu Azhar meminta kepada pihak perusahaan selaku rekanan pelaksana pembangunan PLTU 3 dan 4 untuk mempekerjakan warga lokal sehingga membantu perekonomian ditengah pendemi.

Idul Fitri - Disdik
Idul Fitri - BPKA
Idul Fitri - ESDM Aceh
Idul Fitri - Disbudpar
Idul Fitri- Gubernur Aceh

Komentar

Loading...