Unduh Aplikasi

DPRA Mediasi Forpemda dengan Direksi PT PIM 

DPRA Mediasi Forpemda dengan Direksi PT PIM 
Gedung DPRA. Foto: Dok AJNN

ACEH UTARA - Guna mencegah terjadinya konflik sosial yang dipicu soal tuntutan hibah aset AAF, pihak DPR Aceh turun tangan guna melakukan mediasi Forum Pemuda Dewantara (Forpemda) dengan Direksi PT PIM.  

Hal itu diungkapkan anggota DPR Aceh dari Partai SIRA Muslem Syamsuddin kepada kepada AJNN, Selasa (15/10) sore.

Dikatakan Muslem, mengingat  situasi dan kondisi hubungan antara Direksi PT PIM dengan warga Dewantara yang menuntut hak hibaah atas aset AAF semakin meruncing dan tidak kondusif. Maka DPR Aceh mencoba mencari jalan tengah akan gejolak antara dua pihak belum berujung.

"Kami khawatirkan bila gejolak itu tidak segera diselesaikan nantinya akan menimbulkan konflik lain," ujar Muslem.

Sehingga, Ketua DPR Aceh Dahlan Jamaluddin memanggil kedua belah pihak untuk hadir ke Gedung DPR Aceh guna membahas persoalan yang menuai sengketa dan akan mencari solusi penyelesaiannya secara damai tanpa perlu unsur kekerasan sosial.

"Untuk mencegah konflik yang tidak kami inginkan, maka hari ini kami memanggil kedua pihak dari Direksi PT PIM dan warga lingkungan yakni Forpemda hadir ke Gedung DPR Aceh untuk dilakukan mediasi untuk mencari solusi terbaik," ujarnya.  

Muslem mengaku pemanggilan kedua pihak untuk dimediasi berdasarkan laporannya dalam sidang paripurna DPRA dalam agenda penetapan fraksi-fraksi, pada Senin (14/10) malam digedung utama DPRA setempat.  

Baca: Mediasi Batal, Pemuda Dewantara Ancam Kembali Kerahkan Massa ke PT PIM

"Setelah aksi demontrasi berkelanjutan oleh warga lingkungan. Saya komunikasi dengan Pak Kapolres dan Pak Bupati, bahwa dalam hal ini harus kami tindaklanjuti dan harus kita mediasi. Karena dikhawatirkan terjadi konflik yang kita harapkan itu jangan sampai terjadi," cetusnya.

Muslim menambahkan surat permohonan mediasi telah dilayangkan ke Sekretariat DPRA, Gubernur Aceh, Menteri BUMN, Bupati Aceh Utara, serta stakeholder yang lain. 

Dirinya berharap upaya mediasi tersebut bisa berjalan lancar dan menemukan solusi penyelesaian masalah tersebut dengan sebaik-baiknya.

Sementara itu, Ketua Forpemda Saifuddin mengaku pihaknya terpaksa menunda aksi demo pada Rabu (16/10). Karena penundaan ini demi menghormati undangan panggilan dari pihak DPRA yang menjadi penengah untuk bermediasi dengan direksi PT. PIM.  

Secara terpisah Kepala Humas PT. PIM Nasrun juga membenarkan direksi PT. PIM mendapat panggilan DPRA untuk digelarnya upaya mediasi antara pihaknya dan Forpemda.

Maka pihaknya juga menyambut baik hal itu, sehingga Husni Achmad Zaki ( Dirut) dan Usni Syafrizal (Dir.SDM & Umum) turun langsung untuk menghadiri pertemuan tersebut.

Komentar

Loading...