Unduh Aplikasi

DPRA Desak PT Mopoli Bayar Gaji Karyawan

DPRA Desak PT Mopoli Bayar Gaji Karyawan
Anggota DPRA, Tarmizi SP. Foto: Dok AJNN

BANDA ACEH - Anggota DPRA Tarmizi, meminta Pemerintah Aceh Barat tegas terhadap persoalan PT Mopoli Raya yang selalu terlambat membayar gaji karyawan hingga 2-3 bulan lamanya.

Anggota DPRA dari Fraksi Partai Aceh asal Aceh Barat mendesak PT Mopoli untuk mencarikan solusi dari permasalahan yang telah berlarut larut, sehingga menghabiskan energi banyak pihak untuk mengurus persoalan yang tidak tahu sampai kapan akan berakhir.

"Karyawan wajar menuntut gaji mereka karena telah bekerja, kecuali mereka menuntut gaji sedangkan mereka tidak bekerja," kata Tarmizi yang merupakan anggota Komisi V DPRA yang membidangi Tenaga Kerja, Senin (26/10). 

Ia mengungkapkan pada umumnya para karyawan PT Mopoli Raya yang jumlahnya 500 orang lebih tidak memiliki pekerjaan lain. Sehingga kalau ditahan gaji sampai 2-3 bulan, mereka akan kesulitan untuk memenuhi nafkah keluarga, terutama untuk kebutahan pokok.

"Pemerintah dan perusahaan selalu duduk bersama disaat para karyawan telah melakukan aksi baik demo, mogok kerja hingga penyegelan. Sampai kapan akan terus seperti itu. Sekarang perusahaan pikirkan solusi," ujarnya.

Baca: Gaji Belum Dibayar Tiga Bulan, Pekerja PT Mapoli Segel Kantor

Jika memang tidak mampu membayar lagi gaji karyawan, ia meminta agar menjual saja perusahaan tersebut, atau membuat strategi lain yang bisa membuat perusahaan lancar kembali.

"Saya sudah pernah turun ke lokasi menghadapi para karyawan disaat mereka mogok kerja. Di hadapan ratusan karyawan saya meminta mereka untuk bersabar dan menghindari melakukan hal-hal yang anarkis karena tidak akan menyelesaikan persoalan justru menambah masalah baru," jelasnya.

"Para karyawan sangat bersabar dan berjanji untuk tidak anarkis, namun mereka menuntut hak mereka. Mereka butuh gaji untuk makan, bayar angsuran, bukan untuk menabung beli mobil mewah atau berfoya-foya," tambah Tarmizi.

Untuk itu, ia meminta para direksi wajib memikirkan kondisi gaji karyawan tersebut, harus betul-betul punya nurani. 

"Kita paham kondisi krisis perusahaan, namun hak dan kewajiban wajib dipenuhi," tegasnya.

Komentar

Loading...