Unduh Aplikasi

DPP Usung Ahmadi-Syarkawi, Pengurus Golkar Bener Meriah Kecewa

DPP Usung Ahmadi-Syarkawi, Pengurus Golkar Bener Meriah Kecewa
Pengurus Partai Golkar Bener Meriah ketika menggelar konferensi pers menyampaikan kekecewaanya atas keputusan DPP mengusung Ahmadi dan Syarkawi.
BENER MERIAH - Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) tingkat II Partai Golkar Bener Meriah Sarkati, mempertanyakan dasar keputusan Dewan Pimpinan Pusat (DPP) mengeluarkan surat keputusan mengusung pasangan Ahmadi-Syarkawi sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati Bener Meriah pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2017.

Baca: Pilkada Bener Meriah, Partai Golkar Usung Ahmadi dan Syarkawi

Sarkati yang didampingi Wakil Sekretaris Darwinsyah bersama pengurus lainnya ketika menggelar konferensi pers menyampaikan rasa kekhawatirannya bila DPP Golkar mengambil keputusan menetapkan Ahmadi yang diusung Partai Golkar.

"Untuk masalah calon kami serahkan kepada DPP. Tapi apabila DPP benar-benar memilih pasangan Ahmadi-Syarkawi, kami selaku pengurus DPD II Golkar Bener Meriah sangat kecewa," kata Sarkati, Kamis (11/8).

Dirinya juga mengaku sejauh ini belum menerima surat dari DPP dan DPD I Golkar Aceh terkait hasil yang diusung dalam pilkada 2017 ini. "Apabila ini benar terjadi, saya khawatir Partai Golkar Bener Meriah akan terpuruk," ujarnya.

Selain itu, Sarkati mengungkapkan kalau DPD II Golkar Bener Meriah tidak pernah mengusulkan Ahmadi dalam Pilkada 2017.  "Karena Ahmadi pernah menyatakan akan maju dari independen, pada bulan Mei 2016 telah mengajukan surat pengunduran diri dengan agenda surat istimewa. Kenapa tiba-tiba sekarang Ahamdi yang diusung DPP, ini membuat kami curiga dan heran, ada apa dengan Golkar," jelasnya.

Sarkati juga menjelaskan, selama berpuluh-puluh tahun menjadi tim sukses, dirinya tidak pernah melihat seorang calon yang langsung menerima surat putusan dari pusat. "Saya merasa heran surat dari DPP Golkar itu. Kalau menurut aturan partai, surat itu disampaikan DPP ke DPD I. Kemudian DPD I menyampaikan kepada DPD II. Bukan langsung calon yang mengambil ke Jakarta," jelas Sarkati.

Untuk itu, dirinya bersama pengurus lain mengharapkan DPP untuk meninjau kembali ke daerah agar Partai Golkar Bener Meriah tidak terpuruk. "Dulu pernah pengalaman sekali, ketika keputusan yang salah oleh DPP lebih meyakini hasil survei pada masa pilkada di Kabupaten Aceh Tengah, dan tidak merestui Ketua Golkar untuk maju, karena memilih yang lain. Sehingga Ketua Golkar saat itu pindah ke partai yang lain dan beliau menang," ungkapnya.

Contoh lain, kata Sarkati, ketika Pemilihan Legislatif 2014 lalu, dimana Tagore Abu Bakar tidak direstui maju dari Golkar, padahal beliau menjabat sebagai Ketua Partai DPD II Golkar Aceh Tengah. "Kemudian Tagore pindah ke partai PDI Perjuangan, dan terbukti dipilih oleh masyarakat, sehingga bisa menjadi anggota DPR-RI sekarang ini," ungkapnya.

Komentar

Loading...