Unduh Aplikasi

DPMPTSP Lhokseumawe Minta Pelaku Usaha Tertib Izin dan Laporan

DPMPTSP Lhokseumawe Minta Pelaku Usaha Tertib Izin dan Laporan
Ilustrasi. Foto: Net

LHOKSEUMAWE – Para pelaku usaha di Kota Lhokseumawe diminta untuk tertib izin dan laporan. Hal itu guna menggambarkan keaktifan dan pertumbuhan ekonomi di daerah itu.

“Karena bukan hanya perizinan yang harus dimiliki perusahaan, akan tetapi juga laporannya setiap tiga bulan sekali, karena itu namanya laporan kegiatan penanaman modal,” kata Kabid Penanaman Modal DPMPTSP Lhokseumawe, Sari Anita kepada AJNN, Senin (5/10).

Sambung Sari, jika banyak perusahaan yang tidak melaporkan, maka pihaknya tidak akan tau siapa pengusaha yang masih aktif usahanya dan berapa yang kolep. Karena menurut Sari, para pelaku usaha kerab menggantikan usahanya secara tiba-tiba tanpa ada pemberitahuan kepada pihak perizinan.

“Terkadang bulan ini, pengusaha Grand Opening warung makan, tiga bulan kemudian warung itu tidak ada lagi, dan sudah membuka usaha baju. Oleh karena itu tertib izin sangat penting untuk mendata berapa perusahaan yang tumbuh dan yang mati,” ujarnya.

Sementara untuk potensi usaha di Lhokseumawe, menurut Sari sangat banyak yang bisa ditonjolkan, terutama dalam hal pariwisata, apalagi kota tersebut dikelilingi laut, dan menjadi posisi paling strategis karena berada di pertengahan timur dan barat.

“Hanya saja, potensi itu belum pernah dibuat kajian khusus secara akademis, untuk melihat sejauh mana kelayakannya,” jelasnya.

Di Lhokseumawe, sambung Sari, pariwisata yang bisa dikembangkan seperti Pantai Ujong Blang, Pulau Seumadu dan sejumlah pantai lainnya. Dan pihaknya juga sudah mengusahakan anggaran untuk pembuatan kajian itu, guna meningkatkan ekonomi masyarakat di Lhokseumawe.

“Dari segi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), rata-rata di Lhokseumawe pengusaha membuka usaha di bidang itu. Hanya saja belum terbina dengan baik, dan mereka masih bekerja sendiri untuk mengembangkannya,” tutur Sari.

Sari menambahkan, akan tetapi Dinas Disperindagkop Lhokseumawe, sejauh ini sudah mulai membuat kegiatan UMKM dan lebih cendrung ke industri rumah tangga, dan produk usaha perdagangan.

“Selama ini pelaku usaha melakukan pengembangan dengan mencari celah sendiri. Sementara dari Pemerintah Kota Lhokseumawe, juga terus menggodok dan mengembangkan dengan cara mendukung beberapa UMKM agar menjadi ikon unggulan,” jelasnya.

Menurut Sari, pihaknya sudah beberapa kali melakukan rapat dengan Disperindagkop Lhokseumawe, sangat banyak unggulan yang bisa dikembangkan, namun pihaknya hingga saat ini belum bisa menemukan ikon yang khas.

“Kita akan mencoba mengembangkan UMKM “Mister Phep” yakni ikan kemamah yang dikemas, dan tahun ini kita akan mendampingi itu,” ungkap Sari.

Kata Sari, selama pandemic Covid-19, untuk mempromosi produk-produk daerah mengalami kendala, khususnya di bidang anggaran, karena salah satu cara promosi produk daerah dengan melaksanakan pameran.

“Biasanya produk-produk kita yang unggul kita gelar pameran di Medan dan pulau Jawa, akan tetapi tahun ini tidak dilaksanakan dan semua terpaksa dibatalkan karena Covid-19. Padahal, anggaran sudah tersedia,” imbuhnya.

Pihaknya berharap, untuk ke depan akan ada peta investasi, karena itu sangat penting. Dengan adanya peta tersebut bisa dibaca oleh seluruh penjuru dunia, dimana titik yang bisa dipromosikan dan menjadi lahan investasi yang bisa dikembangkan.

“Jika peta itu ada, untuk menjual produk juga enak, mudah-mudah untuk ke depan bisa segera diwujudkan, sehingga ketika ada investor tinggal memperlihatkan saja baik itu investor lokal ataupun luar,” pungkasnya.

Komentar

Loading...