Unduh Aplikasi

Dosen UIN Ar Raniry: Poligami Bukan "Lifestyle"

Dosen UIN Ar Raniry: Poligami Bukan "Lifestyle"
Ilustrasi. Foto: Net

BANDA ACEH - Wacana Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) melegalkan poligami menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat Aceh, terutama kaum hawa. Apalagi wacana itu akan disusun dalam rancangan qanun hukum keluarga.

Berbagai komentar pedas mulai disampaikan para aktivis perempuan di Aceh. Termasuk oleh akademisi perempuan.

Muazzinah Yacob, Dosen Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh ini mengatakan, persoalan poligami itu bukanlah sesuatu hal yang harus membuat panik kaum perempuan, mengingat aturan mengenai masalah tersebut memang sudah ada didalam Islam.

Baca: MPU Aceh: Poligami Harus Adil Sesuai Ketentuan Fiqih

"Poligami bukan sesuatu "kepanikan" perempuan, karena pada dasarnya semua tidak bisa menafikan bahwa perihal poligami telah diatur dalam ajaran Islam," kata Muazzinah Yacob dalam keterangannya yang diterima AJNN, Sabtu (6/7).

Muazzinah menuturkan, esensi aturan tentang poligami itu juga harus berjalan baik, dengan berbasis pada prinsip keterbukaan, kesejahteraan serta keadilan.

Menurutnya, jika kehadiran qanun tersebut hanya memaksakan perilaku keliru, maka nantinya seakan-akan poligami ini menjadi lifestyle (gaya hidup) bagi yang mampu, tanpa memperhatikan esensi poligami sendiri.

Baca: Aceh akan Legalkan Poligami, Digodok Melalui Raqan Keluarga

"Jika mengatakan ingin ikut Rasulullah, jangan setengah-setengah tapi secara menyeluruh," ujarnya.

"Kapan dan kenapa Rasulullah SAW berpoligami. Hal ini bukan karena Nabi "mengikuti" hawa nafsunya," sambung Muazzinah.

Karena itu, dirinya berharap, persoalan poligami ini jangan hanya untuk memenuhi ranah pokok pikiran (Pokir) dewan, dengan menjadikan perempuan sebagai objeknya.

"Jangan sampai ranah pokir dewan sebatas bab poligami, dan seringnya aturan hanya perempuan sebagai objek demi adanya anggaran buat qanun," pungkasnya.

Komentar

Loading...