Unduh Aplikasi

Dosen di Lhokseumawe Menangkan Gugatan Terhadap Stikes Muhammadiyah

Dosen di Lhokseumawe Menangkan Gugatan Terhadap Stikes Muhammadiyah
Foto: Ist

LHOKSEUMAWE – Mantan dosen tetap di kampus Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe bernama Dr Fauzi Abubakar menang atas gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe. Fauzi menggugat Ketua Sekolah dan ketua Tim Penyusun borang akreditasi kampus itu senilai Rp 1,1 miliar.

Gugatan tersebut dilakukan karena nama dan karya Fauzi, dosen pada program studi Sarjana Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe dimasukkan pada prodi Diploma tiga keperawatan untuk penyusunan borang akreditasi.

Baca: STIKes Muhammadiyah Lhoksumawe Digugat Rp,1,1 Miliar

“Kita bersyukur atas apa yang diperjuangkan klien kami bisa diakomodir Pengadilan, intinya kasus ini bukan merupakan kriminal pendidikan yang besar, akan tetapi hanya memberitahu kalau dunia pendidikan ada etika dan moral yang harus dilakukan sesame akademisi,” kata Kuasa Hukum Fauzi Abuakar, T Fakhrial Dani kepada AJNN, Jumat (23/8).

Sambungnya, ada ketentuan menyangkut tentang suatu karya penelitian yang tidak bisa dikutip sembarangan demi kepentingan apapun, dia menyebut kemenangan yang diperoleh klaennya bukan dilihat dari nilai materilnya, akan tetapi sebagai penulis harus memberikan contoh yang baik, itu yang paling penting.

“Ini bukan perkara puas atau tidak puas, tapi saya melihat itu bentuk pembelajaran bagi kita semua, bahwa ada etika moral yang harus kita ke depankan di kalangan dunia pendidikan yang tidak menimbulkan kerugian bagi mahasiswa. Posisinya disini sekarang masih memungkinkan pihak tergugat untuk melakukan upaya hukum, kalau mereka tidak sepaham dengan pendapat hakim, meskipun ada beberapa gugatan kami yang tidak dikabulkan,” ungkapnya.

Adapun gugatan yang tidak diterima yakni, kerugian materil, akreditasi yang sudah diberikan itu bisa dinyatakan tidak berkekuatan hukum.

“Namun kita lebih arif melihat bahwa kalau akreditas itu dicabut, bagaimana ke depan kampus itu menyelenggarakan dunia pendidikan. Kedua masalah nilai moril saya pikir hakim punya pendapat tersendiri, dan kami bisa merima itu semua karena kami tidak mencari nilai apa-apa, hanya ingin menunjukkan kalau ini etika harus dilaksanakan,” jelasnya.

Dikabarkan sebelumnya, seorang dosen tetap di kampus Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Muhammadiyah Lhokseumawe bernama Dr Fauzi Abubakar menggugat Ketua Sekolah dan ketua Tim Penyusun borang akreditasi kampus tersebut senilai Rp 1,1 miliar ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

Gugatan tersebut dilakukan karena nama dan karya Fauzi, dosen pada program studi Sarjana Ilmu Keperawatan STIKes Muhammadiyah Lhokseumawe, dimasukkan pada prodi Diploma tiga keperawatan untuk penyusunan borang akreditasi.

Informasi yang didapatkan AJNN, selain kedua orang di atas, Fauzi juga menggugat pengurus Perkumpulan Akreditasi Mandiri Pendidikan Tinggi Kesehatan (Perkumpulam LAM-PT Kes).

Berkas gugatan didaftarkan tiga pengacara Fauzi, Fakhrial Dani MH, Armia MH dan Nabhani Yustisia SH dari Kantor Law Firm “DN & Patners” Banda Aceh ke Pengadilan Negeri Lhokseumawe.

“Kasus ini berawal ketika nama klien kami dimasukkan pada prodi Diploma tiga keperawatan untuk penyusunan borang akreditasi. Sementara dia (Fauzi) tidak mengajar di prodi tersebut,” kata Kuasa Hukum Fauzi Abuakar, T Fakhrial Dani kepada AJNN, Kamis (22/11).

Komentar

Loading...